loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM- Polsek Borobudur Polres Magelang berhasil mengamankan peracik sekaligus penjual obat petasan bernama Nr alias Pleci (59) warga Cekelan, Desa Candimulyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Kasus ini terungkap setelah adanya dua orang korban luka berat akibat terkena ledakan petasan di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, pada malam takbir lalu.

Kapolsek Borobudur, AKP Antonius Aldino Agus Anggara, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa, Unit Reskrim telah berhasil mengamankan seorang peracik obat petasan yang dikenal dengan sebutan Pleci di rumahnya pada Kamis (06/06/2019) lalu.

Baca Juga :  Ratusan Korban Penipuan Investasi Herbal Bodong PT Krisna Alam Sejahtera Geruduk Polres Klaten. Kerugian Rp 15 Miliar, Jumlah Korban Capai 1.700 Orang 

“Jadi penangkapan ini merupakan hasil dari pengembangan kasus ledakan petasan yang menimpa korban atas nama, Imam Wijanarko (24) dan ayahnya Rajit (44) warga Dusun Bumen, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, pada malam takbir kemari,” papar Antonius dalam rilisnya, Kamis (13/6/2019).

Ia menyebutkan, dari hasil penggeledahan di rumah tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti.

Baca Juga :  Kisah Tragis Tukang Becak Kasturi Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Bundaran Getasrejo. Korban Digasak Truk dan Terpental 

Diantaranya beberapa kilo obat petasan yang belum diracik maupun yang sudah jadi, serta puluhan selongsong untuk membuat petasan.

Rinciannya barang bukti dari rumah tersangka yakni berupa bahan baku potasium sebanyak 1 Kg, Brom 0,5 Kg, belerang 1 Kg. Kemudian bubuk mercon 3 Kg, kerta sumbu 8 lembar, alat penghalus, dan 24 selongsong petasan.

“ Menurut pengakuan tersangka, obat petasan tersebut dijual seharga Rp 180 ribu perkilonya “ jelasnya.

Lanjut Antonius, sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap tersangka. Sementara untuk barang bukti sendiri masih diamankan di Polsek Borobudur, guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Sakit Hati Pernah Ditilang Polisi, 2 Pemuda Nekat Lempar Bom Molotov ke Kantor Unit Laka Satlantas Magelang dan Rumdim Ketua DPRD 

Kepada tersangka akan dikenakan Pasal 187 KUHP tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tuturnya.

Menurut informasi yang didapat, sampai saat ini kedua korban terkena petasan masih dirawat di rumah sakit Yogyakarta karena mengalami luka serius pada bagian tangan. JSnews

 

Iklan
Loading...