JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pejabat Di Sragen Tak Dilarang Bawa Mobil Dinas Untuk Mudik. Tapi Ini Syarat dan Konsekuensinya! 

Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo
Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginstruksikan mobil dinas pejabat tak boleh untuk mudik, Pemkab Sragen punya kebijakan lain. Para pejabat di Sragen dibolehkan membawa mobil dinas untuk mudik dengan beberapa catatan.

Hal itu disampaikan Sekda Sragen, Tatag Prabawanto Minggu (2/6/2019). Ia mengatakan ada beberapa pertimbangan Pemkab akhirnya memutuskan membolehkan mobil dinas untuk mudik.

Baca Juga :  Awas, Polisi Terjunkan Tim Pemantau Ujaran Kebencian dan Provokasi di Medsos Jelang Pilkada Sragen. Sebut Ancaman Pidana di Atas 5 Tahun, Kapolres: Jarimu adalah Harimaumu!

“Pertama Pemkab tidak memiliki tempat yang representatif untuk menyimpan mobil dinas. Karena jika dikumpulkan ada puluhan hingga ratusan mobil dinas yang tentu butuh lokasi dan tempat yang luas,” paparnya.

Pertimbangan kedua, mobil dinas dibolehkan dibawa mudik karena apabila terjadi kerusakan maka akan menjadi tanggungjawab pejabat yang membawa.

Karenanya, meski boleh dibawa, para pejabat disarankan untuk tidak membawa mobil dinasnya untuk mudik keluar daerah.

Baca Juga :  Catat, Kapolri Tegaskan Tak Ada Tilang pada Operasi Zebra Candi 26 Oktober-8 November. Operasi Diminta Kedepankan Simpatik dan Edukatif!

“Akan lebih baik kalau mudiknya pakai mobil pribadi. Mobil dinasnya ditaruh di rumah. Karena konsekuensinya kalau ada apa-apa, jadi tanggungjawab dan pejabat yang membawa,” tandasnya.

Tatag menambahkan PNS mulai libur cuti bersama Lebaran per 2 Juni 2019 hingga 9 Juni mendatang. Mereka akan kembali masuk pada tanggal 10 Juni 2019. Wardoyo