loading...
Tempo.co

JAKARTA,JOGLOSEMARNEWS.COM  – Situng KPU menjadi sorotan oleh saksi tim kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga, Hermansyah.

Dia mengatakan, Situng KPU memiliki banyak kelemahan dalam hal sistem informasi penghitungan suara.

Dalam keterangannya, Hermansyah mengaku pernah datang ke KPU dan KPU Bogor bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pada 3 dan 4 Mei 2019.

“Saya menyimpulkan ada satu kelemahan mendasar dalam proses menginput Situng,” kata Hermansyah di ruang sidang MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Ahli IT dari ITB itu mengatakan, dalam proses input Situng itu dokumen C1 tak langsung diinput oleh petugas. Dia pun menilai hal ini rentan terhadap ancaman adanya intruder atau penyusup dalam sistem.

Baca Juga :  Bersamaan Momentum Darurat Corona, Pengacara Minta Abu Bakar Baasyir Dibebaskan

“Ada teks tanpa disertai file, seharusnya di zaman sekarang tidak perlu delay,” kata Hermansyah juga merupakan orang yang pernah menjadi korban penganiayaan dan penikaman di Jalan Tol Jagorawi kilometer 6 ruas Taman Mini Indonesia Indah pada Juli 2017 lalu.

Pihak penyelenggara Pemilu kemudian menjawab dan menyatakan bahwa Situng KPU bukan dasar dalam perhitungan suara. Kuasa hukum KPU Ali Nurdin mengatakan bahwa rekapitulasi suara dilakukan secara berjenjang.

Baca Juga :  Lewat Rekaman Video, Ketua IDI dan Kadinas Kesehatan Sulsel Kabarkan Dirinya Positif Covid-19

www.tempo.co