JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sidang Gugatan Praperadilan Kasus Kasda Sragen, Tim Kuasa Hukum Bupati Agus Ungkap Sejumlah Kejanggalan Penetapan Tersangka dan Penanganan Jaksa

Suasana sidang gugatan praperadilan kasus kasda di PN Sragen. Foto/Wardoyo
Suasana sidang gugatan praperadilan kasus kasda di PN Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sidang gugatan praperadilan kasus Kasda yang menetapkan mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman digelar di PN Sragen, Jumat (28/6/2019). Kedua belah pihak penggugat dan termohon gugatan sama-sama bersikukuh pada dalil yang diajukan.

Mantan Bupati Agus, mewakilkan tim kuasa hukumnya dari Kantor Advokat Jas dan Partners. Tim kuasa hukum Agus tetap pada permohonannya dan meminta majelis hakim sidang praperadilan, membatalkan surat penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh Kejaksaan negeri (Kejari) terhadap mantan orang nomor satu di bumi Sukowati tersebut.

Baca Juga :  Hilang Misterius di Hari Jumat, Wanita di Sragen Hanyut di Saluran Air Hampir 1 Kilometer. Mayatnya Muncul 15 Hari Kemudian

Sidang perdana pagi tadi dipimpin hakim praperadilan, Wahyu Bintoro. Sidang digelar dengan agenda pembacaan surat permohonan dari pemohon serta jawaban dari termohon, yakni Kepala Kajari melalui tim jaksa yang ditunjuk termohon.

Dihadapan majelis hakim, tim kuasa hukum pemohon, yakni Djunaidi Albab Setiawan, Zamzam Wathoni serta Gita Wahyu Wijayanti membacakan surat permohonan secara bergantian.

Dalam permohonannya, tim kuasa hukum mengatakan, bahwa surat penetapan tersangka dan surat penetapan penahanan yang dilakukan oleh Kajari Sragen, sangat tidak mendasar, ngawur dan mengada-ada.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Bongkar Rencana Geng Raharja21 Ajak Perang Geng Gaza dari Klaten. Tujuannya Hanya Untuk Ini

Djunaidi Albab, salah satu tim kuasa hukum Agus Fatchurrahman, mengungkapkan sejumlah kejanggalan penetapan kliennya tersebut seagai tersangka kasus korupsi bagi-bagi dana Kasda yang terjadi semasa pemerintahan Bupati Untung Wiyono tersebut.

Kejanggalan itu diantaranya adanya penetapan sebagai tersangka yang dilakukan sebelum surat penetapan diterbitkan dan penyitaan dilakukan terlebih dahulu sebelum penetapan tersangka.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com