loading...
Ilustrasi video mesum. tribunnews

JOGLOSEMARNEWS.COM – Guru merupakan seorang pendidik yang seharusnya memberikan tauladan yang baik kepada murid-muridnya.

Hal itu berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh oknum guru di Muaraenim, Sumatera Selatan, ini.

Oknum guru bernama HL tersebut malah memberikan contoh yang tidak baik kepada para siswanya.

HL malah memaksa siswinya untuk menonton video cabul dan lagu-lagu yang berisi adegan cabul di dalam kelas.

Aksi yang dilakukan oleh HL ini dilakukan berulang kali hingga membuat salah satu korbannya trauma dan tidak mau bersekolah.

Pembuatan pelaku ini diketahui setelah salah satu orangtua siswi yang jadi korban melapor dan komplain ke kepala sekolah.

Setidaknya ada sekitar 7 siswi yang menjadi korban pelecehan oleh pelaku ini.

Salah satu orangtua siswi yang jadi korban pelecehan oleh HL, RM (40) mengaku perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh pelaku ini terungkap setelah anaknya tidak mau bersekolah.

Saat diminta untuk berangkat ke sekolah, putrinya tetap menolak.

Karena merasa curiga, RM kemudian menanyai anaknya alasan tidak mau berangkat ke sekolah.

Baca Juga :  PLN: Diskon 50 Persen Hanya untuk Pelanggan 900 VA Bersubsidi

Awalnya tidak mau mengaku, namun setelah didesak, putrinya mengaku kalau dipaksa untuk menonton video cabul oleh oknum guru tersebut.

“Saat itulah saya curiga, anak saya yang biasanya rajin kesekolah tiba-tiba tidak mau berangkat, akhirnya iapun saya desak untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, dan setelah dipaksa akhirnya dia ngaku bahwa mendapatkan pelecehan tersebut,” katanya.

Mendengar pengakuan putrinya, RM kemudian langsung melaporkannya ke pihak ke sekolah.

Sebagai orangtua, menurut RM, dirinya tidak terima dengan perilaku oknum guru tersebut terhadap putrinya.

“Kami minta ini ditindak lanjuti, karena menurut cerita anak saya, bukan dia saja yang mengalaminya tapi juga menimpa teman-temannya yang lain,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SD, di kawasan Muaraenim ini, Dwikawa Prihatin Spd, saat di konfirmasi awak media mengatakan, pihak sekolah baru menerima laporan dari dewan guru dan wali kelas.

“Saya sudah memanggil yang bersangkutan untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut, diduga ada beberapa siswi yang mengalami perlakuan yang sama dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani pemerintah desa dan pihak kepolisian,” katanya.

Baca Juga :  Dikira Terkena Corona, Pria Ini Pingsan di Pinggir Sawah, Tak Ada yang Berani Menolong, Eh Ternyata Korban Lagi Patah Hati

Sementara itu, dari informasi yang dihimput wartawan, korban aksi pelecehan yang dilakukan oleh HL mencapai tujuh siswa.

Modus pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya ini dilakukan dengan mengumpulkan siswi saat jam istirahat.

Oknum guru tersebut tidak mengizinkan siswa laki-laki untuk ikut menonton.

Setelah itu, pelaku dan beberapa siswa diajak nonton video cabul di dalam kelas.

Hal tersebut dilakukan oleh pelaku berulang kali sejak oknum guru tersebut pindah tugas di sekolah ini sejak dua bulan yang lalu.

www.tribunnews.com