loading...
Loading...
Salah satu tayangan Reuni 212 di TVOne. Foto: tvone/ILUSTRASI

JAKARTA (JOGLOSEMARNEWS.COM)-Alumni 212 menilai pembubaran koalisi kekuatan dalam Pilpres 2019 tidak hanya melibatkan partai politik saja, melainkan juga pihak-pihak yang terikat dengan koalisi.

Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Novel Bamukmin menyebut Koalisi Indonesia Adil Makmur yang menjadi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bukan hanya terdiri dari partai politik saja. Melainkan juga melibatkan organisasi masyarakat, ulama dan majelis taklim serta elemen masyarakat lainnya. Sehingga mereka yang terlibat dalam koalisi itu juga harus didengar suaranya, apakah mau bubar atau terus dalam koalisi bersama.

Baca Juga :  Viral Video 3 Lawan 1 Vina Garut, Polisi Lakukan Digital Forensik Ponsel Rayya untuk Pastikan Waktu Video Direkam

“Kami tegaskan bahwa koalisi di 02 adalah koalisi keumatan berdasarkan hasil ijtima ulama pertama. Dan koalisi keumatan ini bukan partai-partai saja, tetapi juga melibatkan banyak ormas dan majelis taklim yang juga sangat banyak ulama,” tutur Novel, Senin (10/6/2019).

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mencuitkan anjuran melalui akun Twitternya agar kedua kubu yang berkontestasi dalam pemilu presiden 2019 segera membubarkan koalisinya masing-masing. Menurut Rachland koalisi partai politik tidak relevan lagi karena hanya tinggal menunggu proses sengketa di Mahkamah Konstitusi. Sedangkan pemilu sendiri sudah usai.

Baca Juga :  Ceramah di Medan, Ustadz Abdul Somad : Umat Islam Jangan Terprovokasi 

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo menimpali anjuran ini dan mengatakan bahwa koalisi tak dapat dibubarkan begitu saja. Perlu ada pembahasan dari semua pihak yang tergabung dalam koalisi, baik dari partai politik, atau pihak-pihak non-partai politik yang terlibat.

“Koalisi itu bukan keputusan satu dua orang. Itu keputusan bersama, kesepakatan bersama. Jadi soal koalisi Prabowo-Sandi akan jalan terus atau tidak, etikanya ya harus dibahas bersama oleh semua parpol yang terlibat. Tentu membahasnya bersama Prabowo dan Sandi sebagai pimpinan koalisi,” ujar Drajad.

Baca Juga :  LELAKON, Kisah Pilu Janda Muda Cantik Dikencani Polisi Gadungan, Motor X-MAX Korban Dilarikan Pelaku

Novel Bamukmin mengatakan PA 212 mempersilakan Partai Demokrat untuk keluar dari koalisi. Karena, menurutnya, tak pernah ada komunikasi yang terbangun antara Partai Demokrat dengan PA 212. “Demokrat sudah tidak ada di koalisi kami karena memang bikin ricuh saja dan kontribusi juga gak jelas,” ucap dia.(JSNews)

www.tempo.co

 

 

Iklan
Loading...