loading...
Loading...
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambut baik gagasan para Kades membentuk Satgas dan memerangi money politik untuk memerangi potensi money politik di Pilkades serentak September 2019. Pemkab bahkan akan menggandeng kepolisian dan kejaksaan untuk menyiapkan nota kesepahaman atau MoU terkait hal itu.

Bupati mengatakan sudah saatnya semua pihak serius menangani money politik. Sebab jika dibiarkan, maka tidak akan ada yang peduli.

Menurutnya, Pemkab melihat dari tahun ke tahun money politik yang terjadi sangat dan semakin marak.

“Penanganan money politik di Pilkades beda dengan Pemilu. Kalau di Pemilu kan ada Gakkumdu, di Pilkades tidak ada. Sehingga harus kita cari payung hukum terlebih dahulu,” paparnya kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga :  Jembatan Butuh Gagal Selesai, Sragen Dapat Sanksi dari Pemprov Jateng. Dana Rp 4,4 Miliar Akhirnya Hangus

Ia menguraikan di dalam Perbup tentang Kepala Desa yang salah satunya mengatur teknis Pillades, memang disebutkan apabila ada calon yang memberi atau menerima sesuatu selama masa kampanye, bisa diberi sanksi sesuai peraturan yang berkaku.

Hanya saja, diperlukan MoU antara Pemkab dengan Kejaksaan dan Kepolisian untuk memperkuat dasar hukumnya.

“Itu (MoU) yang saat ini sedang dipersiapkan,” tukasnya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke semua Kades dan Kades siap mendukung. Menurutnya hal itu bagus karena bisa satu frame untuk bersama-sama memerangi money politik.

Baca Juga :  Penetapan Calon Tanggal 8 Juli, Bawaslu Sragen Ingatkan Bupati Petahana Bisa Dipidana dan Dicoret dari Jika Langgar Ketentuan Mutasi PNS

“Tidak bisa diabaikan begitu saha, pemerintah harus turun tangan. Bayangkan 167 desa, berapa miliar uang uang akan berputar dalam kurun waktu itu. Dan itu bisa dipastikan uang tidak benar,” tandasnya. Wardoyo

Loading...