JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tagar Juwangi Trending Twitter. Pengakuan Saksi Prabowo Beti Kristiana, Teras ke Juwangi Medannya Berat dan Belum Beraspal

Tagar Juwangi Jadi Trending Twitter Usai Pengakuan Saksi Prabowo beti Kristina. YOUTUBE via Tribunjateng.com
Tagar Juwangi Jadi Trending Twitter Usai Pengakuan Saksi Prabowo beti Kristina. YOUTUBE via Tribunjateng.com

JOGLOSEMARNEWS.COM Juwangi disebut dalam sidang lanjutan sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Usai itu tagar Juwangi menjadi trending Twitter usai pengakuan saksi Prabowo-Sandi, Beti Kristiana.

Melalui timline Twitter, tagar Juwangi telah dicuitkan netizen sebanyak 5786 ribu kali.

Berikut cuitan netizen:

@MurtadhaOne: Saksi 02 berbohong? Dari Teras ke Juwangi ditempuh memakai mobil dlm waktu 3 jam, karena medan sangat sulit dan tidak ada aspal …. BENARKAH?mungkinkah dia lewat sungai?

@RizkyPu41856837: Saya ga pernah ke boyolali, coba klo anda pernah kesana saya minta penjelasan dari foto hasil google maps yg saya SS ini, ini di jalan raya juwangi.

@AqsaRhipin: Aq boyolali tpi kecmatan ampel mbak,tpi setau aq ya jalan teras – juwangi itu jalanya aspal dan lumayan halus.

@takaazalia: Langsung ma orang Juwangi Mak Rumahku cuman sebelahan ma daerah Teras, dr rumah ke Juwangi mah sejam lebih dikit mak.

@TolakBigotRI: #FaktaSidangMK Saksi ini dari gesture/mimik ini sangat jelas berbohong terkait menjelaskan jalanan yang ada di Juwangi, Boyolali tidak ada jalan beraspal adalah kesaksian yang mengada-ada. Hal beginian saja kok masih saja berbohong ya mbak. Hadeuh. Miris!

Tagar tersebut trending usai Beti Kristiana mengatakan bahwa dirinya berdomisili di Teras Boyolali ke Juwangi membutuhkan waktu 3 jam.

Baca Juga :  Jokowi Pastikan Tak Ada Penghapusan Listrik 450 VA

Beti Kristiana mengatakan bahwa jalan dari Teras ke Juwangi medannya berat dan belum teraspal.

Mulanya, Beti Kristiana, mengaku melihat tumpukan amplop resmi yang digunakan untuk menyimpan formulir C1.

Amplop bertanda tangan itu dalam kondisi terbuka dan kosong.

Selain itu, ia juga menemukan tumpukan lembaran segel suara berhologram yang telah digunting.

“Lembaran itu menggunung, setelah dikumpulkan menjadi empat karung lebih,” ujar Beti dalam sidang lanjutan sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga :  BNPT: Media Sosial Sering Disalahgunakan oleh Kelompok Teror

Menurut Beti, tumpukan itu ia lihat di halaman kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, pada 18 April 2019 pukul 19.30 WIB atau sehari setelah pencoblosan.

Saat itu sedang ada kegiatan pemindahan kotak surat suara yang berasal dari kelurahan ke kantor kecamatan.

Jarak dari letak tumpukan amplop ke tempat penyimpanan kotak suara di dalam kantor kecamatan sekitar 20 meter. Di sisi lain, Beti menemukan sebuah ruangan yang agak tersembunyi di kantor kecamatan.

Di dalam ruangan tersebut terdapat tiga anggota KPPS, dua laki-laki dan satu perempuan.

Menurut pengakuan Beti, ketiganya tengah memasukkan formulir C1 ke amplop baru yang tak bertanda tangan atau tak resmi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com