loading...
Loading...
Tersangka SUR alias Tio (kiri). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus perkosaan yang melibatkan Satpam SMAN 1 Sukodono Sragen berinisial SUR alias Tio (42), akhirnya turut menguak sosok SUR yang sebenarnya.

Satpam asal Dukuh Banaran RT 22, Desa Gebang, Sukodono itu ternyata juga diketahui sebagai pelatih perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Pria berbadan kekar itu kini menjadi buronan polisi lantaran diduga memperkosa salah satu murid atau yuniornya yang masih di bawah umur asal Sukodono berinisial SV (17).

Bahkan, akibat perbuatan bejat sang Satpam, korban yang juga murid silatnya kini dalam kondisi hamil.

Baca Juga :  Krisis Air di Sragen Memuncak, Warga di Sumberlawang Rame-rame Mulai Jual Ternak. Mandi Pun Hanya Sekali Pakai Air Tak Layak

Sepak terjang SUR sebagai pelatih PSHT diungkap sejumlah warga PSHT. Salah satu warga PSHT Sragen, JS membenarkan bahwa SUR memang salah satu pelatih PSHT dan senior di PSHT wilayah Sukodono.

“Iya, dia (SUR) memang pelatih dan salah satu senior juga di Sukodono. Korbannya adalah murid yang dilatihnya. Sebenarnya sudah keluarga dan punya anak istri,” ujar JS kepada Joglosemarnews.com Sabtu (22/6/2019).

Berdasarkan data yang dihimpun Joglosemarnews.com, aksi perkosaan itu berawal ketika korban memutuskan berlatih PSHT ke tersangka.

Baca Juga :  Viral Geger Penculikan Gadis, Dipreteli dan Disetubuhi di Hotel. Pelaku Terungkap Ternyata Mengaku Anggota Polisi 

Aksi pencabulan paksa sudah terjadi beberapa bulan silam. Ibarat pepatah witing trisno jalaran soko kulino, kemolekan sang murid diduga membuat sang pelatih gelap mata.

Meski sudah punya anak istri, pelaku akhirnya silap dan kemudian memaksa SV memenuhi nafsu bejatnya. Korban yang berposisi sebagai murid pun tak kuasa berontak.

Hingga akhirnya buah kelakuan SUR membuat SV berbadan dua. Sayangnya, bersamaan dengan laporan itu, pelaku langsung kabur melarikan diri dari rumahnya.

Baca Juga :  Disambut Haru, 500 Prajurit Yonif Raider 408 tiba di Sragen Usai Misi Pengamanan di Perbatasan Timor Leste. Danrem Pesan Boleh Bangga Tapi Jangan Hura-Hura! 

“Iya benar. Saat ini kasusnya sedang ditangani penyidik PPA,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Harno, Jumat (21/6/2019) kepada Joglosemarnews.com.

Menurutnya korban sudah diperiksa oleh tim unit PPA Reskrim. Pelaku bakal dijerat dengan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76 D UU RI No 35/2014 tentang Perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Wardoyo

Loading...