loading...
Tim Polsek Masaran dan Reskrim Polres Sragen saat mengecek brankas gudang Unilever Masaran yang dibobol perampok. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen dan Polsek Masaran terus mengusut kasus perampokan yang menimpa gudang milik CV Dian Pratama Unilever di Gebang Masaran, Senin (17/6/2019) dinihari. Selain melakukan olah TKP, tim masih terus menggali keterangan untuk menguak aksi perampokan yang didalangi 9 pelaku itu.

Termasuk, menelisik indikasi keterlibatan pelaku yang dimungkinkan dari orang dalam. Potensi itu muncul lantaran pada kejadian pembobolan di gudang K33 Masaran beberapa waktu lalu ternyata pelakunya juga mantan karyawan.

“Iya masih kami dalami. Untuk kemungkinan melibatkan orang dalam, juga masih kami selidiki,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Masaran, AKP Agus Taruna, Rabu (19/6/2019).

Kapolsek menguraikan dari olah TKP, memang tak banyak petunjuk yang bisa digali. Sebab pelaku tak meninggalkan jejak atau barang bukti.

Tiadanya rekaman CCTV juga membuat penyelidikan harus sedikit lebih ekstra. Kapolsek mengaku heran lantaran sudah berulangkali memberikan imbauan kepada pengelola gudang agar memasang CCTV di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Demi Pantau Kepulangan Pemudik , Sejumlah Pejabat, DPRD dan Elemen Masyarakat Sragen yang Tergabung di Ashoco Sampai Begadang dan Rela Jarang Pulang

Namun imbauan itu tak pernah dihiraukan. Padahal sebelum kerampokan, di depan gudang juga sudah dua kali terjadi pembobolan pada muatan truk pengirim barang ke gudang itu.

“Memang ngeyel. Kami sudah berkali-kali mengimbau agar dipasang CCTV. Apabila ada apa-apa kan bisa membantu melacak. Tapi pengelola selalu beralasan sudah mau habis kontrak dan nanti akan dipasang di lokasi baru,” tukasnya.

Hingga dua hari pasca kejadian, memang belum ada tanda yang merujuk pada identitas pelaku. Meski demikian, penyelidikan akan terus dilakukan.

“Doakan mudah-mudahan segera terungkap,” tandasnya.

Seperti diberitakan, gudang Unilever di Gebang, Masaran itu diketahui dibobol sembilan perampok bersenjata parang dan linggis. Selain memperdaya dua Satpam yang bertugas, para perampok juga sempat mengancam Satpam.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Gesi Sragen. Rumah Buruh Gendong Pasar Bunder Ludes Dilalap Api, Tetangganya Sampai Syok dan Pingsan

“Pelaku tak melukai Satpam. Tapi hanya melakban mulut dan mengikat kedua tangan mereka. Sambil kemudian mengancam dengan gertakan jangan bergerak,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Masaran, AKP Agus Taruna, di sela olah TKP Senin (17/6/2019).

Setelah menyekap dan mengikat para Satpam, sembilan perampok kemudian beraksi mengobok-obok isi gudang. Dari hasil pengecekan, pelaku membobol brankas berisi uang tunai Rp 280 juta yang ada di dalam gudang. Wardoyo