loading...
Ilustasi/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Utis Kesdian (30) tak mengira bahwa dirinya bakal masuk jebakan sebelum akhirnya ditangkap polisi.

Ia dituduh menyediakan jasa pijat sensual alias plus-plus. Lewat media sosial, Utis menjajakan pria yang siap melayani pijat dengan bayaran Rp 500.000.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Faruq Rozi mengatakan, Utis adalah warga Gunung Putri, Pandeglang, Banten. Utis disebutkannya menawarkan jasa lewat media sosial Facebook.

“Kami temukan saat patroli siber di media sosial,” ujar Faruq dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/6/ 2019).

Faruq menjelaskan, saat sedang patroli itu polisi menemukan sebuah akun bernama PIJIT SENSUAL yang dikelola oleh Utis di Facebook. Ia menyediakan laki-laki untuk melayani pemesan pijat plus-plus itu.

Baca Juga :  Hasil Riset Terkait Corona: Menkes dapat Sentimen Negatif, Erick Thohir Positif

Tim, kata Faruq, lantas bergerak. Pada Rabu, 26 Juni 2019, mereka memesan dua orang tukang pijat dari akun tersebut. Sekitar pukul 19.30 WIB, Utis bersama rekannya Wahyudin tiba di Hotel D’Arcici, Sunter, Jakarta Utara, sesuai dengan kesepakatan.

Faruq menjelaskan, penangkapan dilakukan di kamar hotel itu pada Rabu malam saat Utis dan rekannya tengah beraksi.

“Saksi dalam keadaan telanjang di kamar hotel,” katanya sambi menambahkan, pelaku berikut barang bukti dibawa ke Kantor Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses penyidikan.

Baca Juga :  Viral Foto Emak-emak Belanja di Pasar Pakai APD (Baju Hazmat) Diduga di Surabaya Barat

Atas jasa pijat plus-plus yang dijalankannya itu, Utis akan dijerat oleh polisi dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

www.tempo.co