loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com -Bambang Soesatyo, Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, akhirnya resmi mendeklarasikan dirinya sebagai calon ketua umum Partai Golkar di musyawarah nasional mendatang.

“Hari ini dengan mengucap bismillah, saya Bambang Soesatyo menyatakan maju mendampingi calon lainnya,” kata pria yang biasa disapa Bamsoet itu di The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Selain Bamsoet, ada tiga orang lainnya yang ikut menyatakan maju dalam deklarasi ini.

Mereka adalah Ketua Satuan Karya Ulama Partai Golkar Ali Yahya, mantan Ketua Umum PP Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) Ula Nurachwati, dan politikus Partai Golkar Marlinda Irwanti.

Baca Juga :  Bikin Trenyuh, Seorang Bayi di Jember Temani Mayat Ayahnya, Saat Ditemukan Terbaring Lemah di Tangan Kanan Ayahnya, 3 Hari Tak Makan dan Minum

Ada tiga calon lainnya yang sedianya juga hadir dalam deklarasi ini, yakni Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo, dan Ketua DPP Partai Golkar Ridwan Hisjam. Namun tiga nama ini tak hadir di acara deklarasi.

Bamsoet menyatakan dirinya siap bertarung di ajang munas Golkar. Dia pun menyerukan agar kontestasi digelar secara fair, demokratis, dan tanpa intimidasi terhadap pihak-pihak tertentu.

Baca Juga :  Ditunjuk Lagi Jadi Sekjend PDIP, Hasto Beri Sinyal Tak Akan Masuk Kabinet

“Mari kita bertarung secara sehat, tanpa ancam-mengancam, tekan-menekan, karena ini partai yang demokratis,” kata Bamsoet.

Bamsoet juga menyatakan janjinya untuk Golkar seumpama dirinya terpilih menjadi ketua umum. Di antaranya, dia berjanji untuk melibatkan lebih banyak anak muda di kepengurusan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini pun berjanji menjadikan Golkar partai tengah dan rumah untuk semua.

Baca Juga :  24 Tahun Ganti Rugi Tak Cair, Korban SUTET Siap Somasi PLN

Menurut Bamsoet, Golkar harus kembali merangkul kelompok purnawirawan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, para ulama, dan ormas-ormas pendiri Golkar.

“Kita harus merenungkan kembali sejarah Golkar sebagai rumah besar TNI/Polri,” kata Bamsoet.

Bamsoet juga menyatakan dirinya tak takut bertarung. Dia mengucapkan perumpamaan tentang singa dan domba.

“Saya tidak akan takut menghadapi pasukan singa yang dipimpin oleh domba, tapi saya akan takut menghadapi pasukan domba yang dipimpin oleh singa,” kata Bamsoet.

www.tempo.co

Iklan
Loading...