loading...
Loading...
Ilustrasi perceraian

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Angka perceraian di Karanganayar, terbilang cukup tinggi. Pengadilan Agama (PA) setempat mencatat angka perceraian di Bumi Intanpari terus mengalami peningkatan.

Pemicunya pun beragam. Selain faktor ekonomi, faktor perselingkuhan ternyata juga menjadi pemicu.

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar, Zamzami mengungkapkan alasan para pihak mengajukan gugatan perceraian, disebabkan banyak hal. Di antaranya ada karena faktor ekonomi.

Baca Juga :  Hari Jadi Pemprov Jateng, Gubernur Ganjar Pamer Anggaran Rp 1 Trilyun Untuk Siswa SMA dan SLB 

Namun tak sedikit pula yang diakibatkan faktor moral atau perselingkuhan.

“Gugatan perceraian diajukan karena disebabkan beberapa faktor, ekonomi dan moral,” paparnya kepada wartawan.

Perihal gugatan perceraian yang masuk, menurutnya sebelum memutus perkara,akan diupayakan untuk damai dan tidak bercerai terlebih dahulu.

Baca Juga :  Ratusan Pengagum Mantan Presiden Soeharto Ajak Masyarakat Kenang Sebagai Putera Terbaik Bangsa. Gelar Ziarah dan Upacara di Makam Soeharto

Namun kemudian para pihak tetap bersikukuh pada pendiriannya dan tetap bercerai, maka baru dilanjutkan persidangan sampat putusan.

“Jika tetap bersikukuh, ya tetap kita lanjutkan sampai pada putusan,” tandasnya.

Data di PA Karanganyar, pada 2018, sebanyak 1.900 perkara masuk ke PA dengan 1.300 diantaranya adalah gugatan perceraian yang diputus oleh PA. Sementara hingga pertengahan 2019 ini, sudah ada 900 perkara yang sebagian besar juga perceraian.

Baca Juga :  Belanja Capai Rp 2,45 Trilyun, APBD Perubahan 2019 Karanganyar Ditetapkan Defisit Rp 301 Miliar 

Dengan kata lain, di 2018 setidaknya ada 1.300 wanita berstatus janda di Karanganyar sedangkan di 2019 ini hingga Juli, sudah ketambahan 900 janda baru. Wardoyo

 

Iklan
Loading...