JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terungkap, Ini Penyebab Adanya 2.200 Janda Baru di Karanganyar. Faktor Ekonomi dan Selingkuh Jadi Pemicu 

Ilustrasi perceraian
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi perceraian

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Angka perceraian di Karanganayar, terbilang cukup tinggi. Pengadilan Agama (PA) setempat mencatat angka perceraian di Bumi Intanpari terus mengalami peningkatan.

Pemicunya pun beragam. Selain faktor ekonomi, faktor perselingkuhan ternyata juga menjadi pemicu.

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar, Zamzami mengungkapkan alasan para pihak mengajukan gugatan perceraian, disebabkan banyak hal. Di antaranya ada karena faktor ekonomi.

Namun tak sedikit pula yang diakibatkan faktor moral atau perselingkuhan.

Baca Juga :  Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

“Gugatan perceraian diajukan karena disebabkan beberapa faktor, ekonomi dan moral,” paparnya kepada wartawan.

Perihal gugatan perceraian yang masuk, menurutnya sebelum memutus perkara,akan diupayakan untuk damai dan tidak bercerai terlebih dahulu.

Namun kemudian para pihak tetap bersikukuh pada pendiriannya dan tetap bercerai, maka baru dilanjutkan persidangan sampat putusan.

“Jika tetap bersikukuh, ya tetap kita lanjutkan sampai pada putusan,” tandasnya.

Baca Juga :  Kemelut Jelang Konggres PSSI Karanganyar, Ketua Perkumpulan Aparatur Desa Karanganyar Serukan Gegeran Harus Dihentikan. Sebut Polemik Bikin Malu Karanganyar!

Data di PA Karanganyar, pada 2018, sebanyak 1.900 perkara masuk ke PA dengan 1.300 diantaranya adalah gugatan perceraian yang diputus oleh PA. Sementara hingga pertengahan 2019 ini, sudah ada 900 perkara yang sebagian besar juga perceraian.

Dengan kata lain, di 2018 setidaknya ada 1.300 wanita berstatus janda di Karanganyar sedangkan di 2019 ini hingga Juli, sudah ketambahan 900 janda baru. Wardoyo