loading...
Loading...
Ilustrasi perceraian

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Angka perceraian di Karanganayar, terbilang cukup tinggi. Pengadilan Agama (PA) setempat mencatat angka perceraian di Bumi Intanpari terus mengalami peningkatan.

Pemicunya pun beragam. Selain faktor ekonomi, faktor perselingkuhan ternyata juga menjadi pemicu.

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar, Zamzami mengungkapkan alasan para pihak mengajukan gugatan perceraian, disebabkan banyak hal. Di antaranya ada karena faktor ekonomi.

Namun tak sedikit pula yang diakibatkan faktor moral atau perselingkuhan.

“Gugatan perceraian diajukan karena disebabkan beberapa faktor, ekonomi dan moral,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Perintahkan Robohkan 8 Pinus di Hutan Lawu, Pemborong Obyek Wisata Baru di Karanganyar Resmi Ditetapkan Tersangka

Perihal gugatan perceraian yang masuk, menurutnya sebelum memutus perkara,akan diupayakan untuk damai dan tidak bercerai terlebih dahulu.

Namun kemudian para pihak tetap bersikukuh pada pendiriannya dan tetap bercerai, maka baru dilanjutkan persidangan sampat putusan.

“Jika tetap bersikukuh, ya tetap kita lanjutkan sampai pada putusan,” tandasnya.

Data di PA Karanganyar, pada 2018, sebanyak 1.900 perkara masuk ke PA dengan 1.300 diantaranya adalah gugatan perceraian yang diputus oleh PA. Sementara hingga pertengahan 2019 ini, sudah ada 900 perkara yang sebagian besar juga perceraian.

Baca Juga :  Semua PNS di Karanganyar Diminta Lunasi PBB Sebelum Awal Februari 2020. Ini Alasannya!

Dengan kata lain, di 2018 setidaknya ada 1.300 wanita berstatus janda di Karanganyar sedangkan di 2019 ini hingga Juli, sudah ketambahan 900 janda baru. Wardoyo

 

Loading...