loading...
Loading...
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan dan Kapolsek Sragen Iptu Mashadi saat menghadirkan tersangka bandit muda yang berulangkali mencuri di rumah tetangganya di Mapolres Sragen kemarin. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi pencurian di rumah warga Kedungupit, Sragen, Eko Hartono akhirnya mengungkap fakta baru. Si pelaku yang tak lain tetangganya sendiri bernama Herlin Pambudi Bin Mariman alias Mbelong (20) mengaku sudah empat kali mencuri di rumah tetangganya.

Herlin yang dibekuk oleh tim Polsek Sragen Kota Kamis (11/7/2019) lalu, kemarin dihadirkan di Polres Sragen dalam gelar ungkap keberhasilan Polres. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mengatakan pemuda pengangguran itu dibekuk setelah aksi terakhirnya di rumah Pak Guru, Eko Hartono terekam CCTV.

“Ceritanya tersangka ini barusaja pergi dari hajatan warga di Bener, kemudian singgah di rumah neneknya di Kedungupit. Kemudian ia melihat rumah korban yang ada di sebelah rumah neneknya, dalam kondisi tertutup. Kemudian timbul niat tersangka untuk mencuri,” papar Iptu Mashadi.

Baca Juga :  Tragis, Rumah Ambruk Luluhlantak, Nenek Miskin Berusia 81 Tahun di Plupuh Sragen Terpaksa Harus Mengungsi

Tersangka berhasil masuk lewat pintu belakang. Kemudian tersangka berhasil.mengambil uang yang disimpan di tempat ember cat di bawah kolong tempat tidur kamar korban.

Tak hanya itu, tersangka juga menggasak uang di dalam kardus yang ditaruh di atas lemari. Kapolsek menuturkan total Rp 3 juta uang tunai yang digasak dari rumah Pak Guru yang punya usaha toko tersebut.

“Korban tahunya dia mau beli pupuk, ternyata uang di kaleng dan kardus sudah tidak ada. Korban lalu minta CCTV dicek dan kemudian wajah tersangkanya dikenali ternyata tetangganya sendiri. Tersangka memang asli Kedungupit, tapi ngekos di Cantel Sragen,” terang Iptu Mashadi.

Sementara dari mulut tersangka, keluar pengakuan bahwa uang Rp 3 juta itu digunakan untuk membeli HP Samsung seharga Rp 1,6 juta. Kemudian foya-foya beli beberapa kaos dan baju seharga Rp 438.000 serta membeli cashing HP.

Baca Juga :  Masih Tertekan dan Ketakutan, Siswi Korban Teror Gegara Tak Pakai Jilbab di SMAN 1 Gemolong Sudah 4 Hari Tak Masuk Sekolah. Sempat Takut Temui Guru BK Yang Home Visit

“Sisanya Rp 350.000 digunakan untuk mbayar kos di Cantel Wetan,” katanya.

Kapolsek menambahkan, dari pengakuan tersangka dia memang sudah empat kali mencuri di rumah tetangganya. Di antaranya mencuri uang Rp 500.000 di rumah Bu Bidan, kemudian mencuri gabah dan mencuri di dua rumah tetangganya yang lain.

“Tapi keempat korban tidak melaporkam saat kejadian,” tukas Kapolsek.

Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Sragen. Wardoyo

Loading...