JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dampak Musim Kemarau, 7.000 Hektare Sawah di Sragen Terancam Tak Bisa Ditanami. Debit Waduk Bothok Mulai Mencemaskan 

Ilustrasi kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo

IMG 20190708 WA0027
Kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sedikitnya 7.000 hektare lahan pertanian di Sragen terancam bera alias tak bisa ditanami di musim kemarau ini. Ribuan hektare lahan itu tak akan bisa ditanami karena kondisi kekurangan air.

Kepala Distan Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari mengatakan total lahan pertanian di Sragen mencapai 39.000 hektare. Dari luasan itu, ada 7000 hektare yang berkondisi rawan kekurangan air.

“Kalau kondisi kemaraunya seperti ini dan nggak ada hujan, 7.000 hektare itu yang berpotensi bera,” paparnya kepads JOGLOSEMARNEWS.COM Minggu (14/7/2019).

Baca Juga :  Berkah Idul Fitri, 268 Narapidana Lapas Sragen dapat Potongan Remisi. Satu Napi Langsung Bebas dan Satu Napi Korupsi Juga Kecipratan

Ekarini menguraikan saat ini, kondisi sumber irigasi seperti Waduk Bothok juga mulai menipis. Debit air yang tersisa diperkirakan hanya bisa mengairi 500 hektare saja dari total 2.500 hektare lahan yang selama ini disuplai dari waduk di Kedawung itu.

“Kalau ditanami palawija, mungkin masih bisa. Tapi kalau padi sudah nggak memungkinkan karena debitnya tinggal sedikit. Tapi sebagian besar lahan di sekitar Waduk Bothok itu sudah panen,” terangnya.

Baca Juga :  Diancam Sanksi, Kehadiran PNS Sragen Hari Pertama Pasca Lebaran Mencapai 97,11 %. Ada 129 PNS Tidak Hadir, 10 Orang Dilaporkan Sakit

Soal lahan yang puso, Ekarini menyebut saat ini belum ada laporan yang puso. Sebab mayoritas tanaman padi di MT 2 sudah panen raya bulan Juni lalu.

“Sementara hanya ada dua kecamatan yaitu Sidoharjo dan Masaran yang masih ada tanamannya. Tapi pasokan air di dua kecamatan itu cukup aman,” tandasnya. Wardoyo