loading...
Loading...
Kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sedikitnya 7.000 hektare lahan pertanian di Sragen terancam bera alias tak bisa ditanami di musim kemarau ini. Ribuan hektare lahan itu tak akan bisa ditanami karena kondisi kekurangan air.

Kepala Distan Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari mengatakan total lahan pertanian di Sragen mencapai 39.000 hektare. Dari luasan itu, ada 7000 hektare yang berkondisi rawan kekurangan air.

Baca Juga :  Penampakan Terkini Jalur Ring Road Sragen. Progres Sudah 60 %, Kasatlantas Imbau Masyarakat Tunggu 3 Minggu Lagi! 

“Kalau kondisi kemaraunya seperti ini dan nggak ada hujan, 7.000 hektare itu yang berpotensi bera,” paparnya kepads Joglosemarnews.com Minggu (14/7/2019).

Ekarini menguraikan saat ini, kondisi sumber irigasi seperti Waduk Bothok juga mulai menipis. Debit air yang tersisa diperkirakan hanya bisa mengairi 500 hektare saja dari total 2.500 hektare lahan yang selama ini disuplai dari waduk di Kedawung itu.

Baca Juga :  Pengeroyokan Berdarah Warga PSHT di Ngrampal Sragen, Wasekjen LKBH PSHT: Semoga Kasus Ini Yang Terakhir! 

“Kalau ditanami palawija, mungkin masih bisa. Tapi kalau padi sudah nggak memungkinkan karena debitnya tinggal sedikit. Tapi sebagian besar lahan di sekitar Waduk Bothok itu sudah panen,” terangnya.

Soal lahan yang puso, Ekarini menyebut saat ini belum ada laporan yang puso. Sebab mayoritas tanaman padi di MT 2 sudah panen raya bulan Juni lalu.

Baca Juga :  PDIP Sragen Resmi Tunjuk Nama Ini Sebagai Pimpinan Sementara DPRD 2019-2024. Setwan Tunggu Kandidat dari PKB 

“Sementara hanya ada dua kecamatan yaitu Sidoharjo dan Masaran yang masih ada tanamannya. Tapi pasokan air di dua kecamatan itu cukup aman,” tandasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...