JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dampak Musim Kemarau, 7.000 Hektare Sawah di Sragen Terancam Tak Bisa Ditanami. Debit Waduk Bothok Mulai Mencemaskan 

Ilustrasi kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi Waduk Bothok di Kedawung mulai mengering. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sedikitnya 7.000 hektare lahan pertanian di Sragen terancam bera alias tak bisa ditanami di musim kemarau ini. Ribuan hektare lahan itu tak akan bisa ditanami karena kondisi kekurangan air.

Kepala Distan Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari mengatakan total lahan pertanian di Sragen mencapai 39.000 hektare. Dari luasan itu, ada 7000 hektare yang berkondisi rawan kekurangan air.

“Kalau kondisi kemaraunya seperti ini dan nggak ada hujan, 7.000 hektare itu yang berpotensi bera,” paparnya kepads JOGLOSEMARNEWS.COM Minggu (14/7/2019).

Baca Juga :  Ini Identitas 2 Korban Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo, Asal Gemolong dan Sumberlawang, Polisi Masih Selidiki Truk yang Kabur

Ekarini menguraikan saat ini, kondisi sumber irigasi seperti Waduk Bothok juga mulai menipis. Debit air yang tersisa diperkirakan hanya bisa mengairi 500 hektare saja dari total 2.500 hektare lahan yang selama ini disuplai dari waduk di Kedawung itu.

“Kalau ditanami palawija, mungkin masih bisa. Tapi kalau padi sudah nggak memungkinkan karena debitnya tinggal sedikit. Tapi sebagian besar lahan di sekitar Waduk Bothok itu sudah panen,” terangnya.

Baca Juga :  Tampil Bareng Untuk Kali Pertama, Pasangan Yuni- Suroto Lepas Ratusan Santri Lirboyo Balik ke Pondok. Yuni Sampaikan 3 Pesan, Suroto Sebut Wujud Kepedulian

Soal lahan yang puso, Ekarini menyebut saat ini belum ada laporan yang puso. Sebab mayoritas tanaman padi di MT 2 sudah panen raya bulan Juni lalu.

“Sementara hanya ada dua kecamatan yaitu Sidoharjo dan Masaran yang masih ada tanamannya. Tapi pasokan air di dua kecamatan itu cukup aman,” tandasnya. Wardoyo