loading...
Loading...
tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Empat partai pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak berencana melebarkan koalisi dengan menambah partai baru dari eks pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Demikian ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate.
Menurut Johnny, hal itu merupakan hasil pembahasan dalam pertemuan empat ketua umum di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (22/7/2019) malam.

Baca Juga :  Wiranto Bawa Pesan Damai Jokowi untuk Masyarakat Papua

“Kami belum berpikir sekalipun untuk mengembangkan atau melebarkan koalisi, yang ada justru menjaga soliditas koalisi,” kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Pertemuan Senin malam lalu melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Mahasiswa Papua Peserta Aksi Demo Tolak 2 Dos Minuman Beralkohol dari Polisi

Johny menuturkan, keempat ketua umum itu berpandangan bahwa koalisi sudah solid dan sehat. Dia menyebut kondisi saat ini berbeda dengan selepas pemilihan presiden 2014 lalu di mana koalisi Jokowi tak cukup kuat lantaran tidak disokong mayoritas partai di parlemen. Saat ini, ujar Johny, koalisi Jokowi sehat dan kuat.

“Jadi kami sadar dengan kenyataan tersebut dan kami tidak mengajukan syarat apa-apa. Ide power sharing 55-45 itu bertentangan dengan sistem presidensial,” ujarnya.

Baca Juga :  Video 3 Lawan 1 Vina Garut, Kisah Pilu V Turuti Kemauan Suami Jika Ditolak Dimarahi & Terpaksa Menikmati

Menurut dia, ide power sharing 55-45 persen suara itu atas nama kelompok. Sedangkan koalisi BPN Prabowo – Sandiaga sudah dibubarkan.

Sementara di sisi lain, Bara Hasibuan mengatakan PAN benar-benar ingin bergabung untuk membantu Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf.

www.tempo.co

Iklan
Loading...