loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Presiden Jokowi terhadap janjinya untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Pasalnya, sampai sekarang Tim Pencari Fakta (TPF) Polri bentukan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian belum mampu mengungkap kasus tersebut.

Sementara itu, Presiden Jokowi telah memberi tenggat tiga  bulan untuk menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga :  NasDem Bantah Berpolitik Zigzag Demi 2024

“Yang diharap bagi KPK adalah waktu 3 bulan yang diberikan oleh Presiden tersebut bisa dimanfaatkan agar pelakunya bisa diproses,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2019).

KPK, kata Febri, berharap jika nanti pelakunya terungkap, maka bukan hanya pelaku lapangan saja. Namun juga aktor intelektualnya dapat dikuak.

Baca Juga :  ICW Ungkap 15 Pola Korupsi Dana Desa yang Terjadi Selama Ini

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menerima rekomendasi TPF Polri terkait investigasi atas kasus tindak kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

“Tim pencari fakta sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis untuk lebih menyasar kepada dugaan-dugaan yang ada,” ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Baca Juga :  Densus 88 Ringkus Terduga Teroris, Sita Buku dan Busur Anak Panah

Jokowi menyebut, kasus yang menimpa Novel Baswedan dan ditangani Polri ini merupakan suatu kasus yang tidak mudah dalam proses pengungkapannya.

“Ini kasusnya itu bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah, sehari-dua hari ketemu,” katanya.

www.tribunnews.com

Loading...