loading...
Loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM–  Mahasiswa UNS yang melakukan KKN di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu mengadakan workshop tanaman obat di Balai Desa Setempat. Meski di Desa Nglurah sebagian besar masyarakat budidaya tanaman hias, namun mahasiswa UNS ingin melakukan terobosan dengan menanam tanaman obat di sela-sela tanaman hias.

Baca Juga :  Ketua Apkasi Indonesia Minta Semua Daerah Promosikan Kuliner Andalannya. 106 Stan Kuliner Khas Berbagai Daerah Meriahkan Festival Kuliner 2019 di De Tjolomadoe Karanganyar

“Tanaman obat sebagai sarana pengobatan terhadap penyakit dengan sistem alami atau natural,” papar Narasumber budidaya tanaman obat dari B2P2TOOT, Heru Sudrajad dalam acara workshop tanaman obat di Pendopo Lingkungan Nglurah.

Dalam kesempatan itu, juga diperkenalkan pengendalian hama dan penyakit tanaman oleh Supyani dan Ato Sulistyo selaku Narasumber dari UNS. Dalam kesempatan itu, Supyani mengatakan masyarakat diharapkan dapat mengetahui pestisida nabati. Pestisida yang berbahan dasar sederhana dan aman untuk lingkungan. Yakni dengan bawang putih yang dilarutkan dalam air selama kurang lebih 24 jam kemudian disaring. Selanjutnya, dicampurkan dengan tepung pati kanji untuk pengaplikasiannya.

Baca Juga :  Semnas Civil Week UNS 2019: Mengkaji Perencanaan Infrastruktur Pemindahan Ibu Kota Negara

“Pestisida ini dapat digunakan untuk tanaman holtikultur (tanaman sayur sayuran) dan dapat bertahan sampai 3 hari,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Tawangmangu, Rusdiyanto dan dihadiri adalah ibu-ibu PKK di lingkngan nglurah dan kelompok tani. Wardoyo

Baca Juga :  Gawat, Hasil Pemeriksaan, 60 % Tamu Undangan di Rumdin Bupati Karanganyar Terdeteksi Punya Kolesterol di Atas Ambang Batas 

 

Loading...