JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Makna Hari Bhayangkara di Mata Kapolda Jateng. Berharap Polisi Bisa Jadi Wasit dan Pelindung 

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memimpin apel HUT Bhayangkara di Mapolda. Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memimpin apel HUT Bhayangkara di Mapolda. Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel  memimpin apel pagi di halaman Mapolda Jateng Jl Pahlawan Semarang, Senin (1/7/2019). Apel pagi di hari Bhayangkara ini diikuti oleh Pejabat Utama dan 797 personel staf Mapolda Jateng.

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan tentang hakekat hari Bhayangkara.

“Hari Bhayangkara diperingati setiap tanggal 1 Juli, ini merupakan hari ditetapkannya Kepolisian Republik Indonesia dibawah Kepala Negara. Kepolisian sendiri sudah terbentuk sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia. Lembaga Kepolisian bertujuan memberikan pelayanan dan perlindungan masyarakat,” papar Kapolda.

Baca Juga :  Buruh Terdampak Covid-19 Dapat Pelatihan Wirausaha dari Kapolda Jateng

Irjen Pol Rycko menambahkan ada dua proses terbentuknya Kepolisian. Yang pertama lahirnya Kepolisian didasari adanya keinginan dari masyarakat untuk memberikan rasa aman dan pemecahan masalah.

“Selain itu, kepolisian sebagai sebuah lembaga dibentuk oleh negara berdasarkan undang-undang dengan diberikan fasilitas dan kewenangan. Dua proses terbentuknya kepolisian ini kedua-duanya memiliki tugas yang sangat mulia, melindungi melayani dan menyelesaikan persoalan-persoalan dalam kehidupan Masyarakat,” imbuh Kapolda.

Baca Juga :  Bapak Tidak Beriman, Tega Setubuhi dan Ancam Bunuh Anak Tiri

Diakhir amanat apel pagi, Kapolda kepada seluruh personel Polda Jateng untuk bekerja sesuai dengan filosofi Kepolisian.

“Bekerjalah sesuai dengan filosofi Kepolisian untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat serta menjadi “wasit” yang adil ketika menegakkan hukum,” pungkas Kapolda Jateng. JSnews