loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengamat politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menyarankan untuk masuk partai jika ingin memaksimalkan perannya sebagai oposisi bagi pemerintahan Jokowi- Ma’ruf.
Sesbab menurutnya, menjadi oposisi pemerintah tanpa bernaung di bawah partai politik merupakan hal yang tidak masuk akal.

“Sandi tidak masuk akal mau oposisi secara pribadi, itu lucu,” kata Pangi, Selasa (16/7/2019).

Sandiaga sebelumnya merupakan politikus Partai Gerindra sejak 2015. Ia kemudian menyatakan mundur dari partai besutan Prabowo Subianto itu pada Agustus 2018 setelah dipinang Prabowo sebagai calon wakil presiden.

Pangi mengatakan, Sandiaga semestinya masuk partai jika ingin memaksimalkan peran sebagai oposisi.

Baca Juga :  Banyak yang Sanksi, Jokowi Tetap Yakin Kasus Novel Bakal Terungkap

Sebab, dengan menjadi kader partai, Sandiaga bisa merancang sikap bersama dengan kader dan pengurus partai.

Menurut Pangi, demokrasi tidak mengenal oposisi person to person. Oposisi merupakan kelembagaan partai politik atau peran yang dimainkan partai politik. “Bukan sikap pribadi,” ujarnya.

Meski begitu, Pangi maklum jika keputusan Sandiaga menjadi oposisi demi kepentingan Pemilu 2024.

Ia meyakini mantan Wakil Gubernur DKI itu telah mengkalkulasi dan mempertimbangkan dengan matang keuntungan yang didapat bila memainkan peran oposisi.

“Cuma secara akal sehat, beliau ini kan sudah enggak aktif lagi (jadi pengurus partai). Ketika maju Pilpres 2019 sudah mengundurkan diri sebagai kader Gerindra,” ucapnya.

Baca Juga :  Bus Rombongan Guru TK Tulungagung Alami Kecelakaan, Terperosok ke Kali Judel Blitar, 5 orang Tewas

Setelah mengalami kekalahan di Pilpres 2019, Sandiaga sempat ditanya rencananya kembali bergabung dengan Gerindra. Namun, ia mengaku belum ada tawaran dari Prabowo.

www.tempo.co

Loading...