loading...
Loading...
 Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Dok

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wacana pemerintah tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke depan bisa bekerja di rumah dikomentari Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Menurut Rudy, sisi positif dari wacana tersebut mampu memberikan efisiensi besar-besaran.

“Kalau diterapkan, akan terjadi efisiensi di segala bidang. Mulai dari efisiensi BBM, efisiensi waktu, serta efisiensi biaya oerawatan dan pemeliharaan kantor. Ini luar biasa sekali, bahkan bisa menurunkan angka kemacetan di jalan raya dan menurunkan kadar polusi udara,” urainya, Selasa (13/8/2019).

Namun demikian, Rudy tidak serta merta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan wacana tersebut. Pasalnya, masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan wacana sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

“Harus dipersiapkan benar-benar sistemnya. Jangan sampai jika sudah dilaksanakan malah sistemnya belum siap. Kemudian organisasi juga sudah hafus tertata rapi. Karena wacana ini ada positif dan negatifnya. Negatifnya, mampu merusak tatanan luhur bangsa seperti musyawarah mufakat, gotong royong dan persatuan. Karena tidak semua masalah mampu diselesaikan dengan sistem juga,” papar Rudy.

Baca Juga :  Viral, Foto Tiang Sutet di Atas Jalan Duku II Jajar Laweyan Solo, Begini Kesaksian Warga Sekitar

Seperti diketahui, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) di masa yang akan datang bisa bekerja dari rumah.

“Ciri-ciri dari birokrasi 4.0 lebih efisien, lebih akurat, lebih cepat. Nanti ada fleksibilitas dalam kerja. Kami sedang merencanakan itu. Kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa,” kata Setiawan dalam Forum Merdeka Barat di Kemenpan RB, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Baca Juga :  Warga Sondakan Solo Gelar Aksi Doa Bersama untuk Pu-Guh Agar Peroleh Rekomendasi dari Megawati

Setiawan mengatakan, pemerintah sedang mendesain sebuah sistem kerja PNS yang bisa meniru perusahaan rintisan atau startup. Sebab, pemerintah menargetkan pada 2024, sebanyak dua juta atau setengah dari total aparatur sipil negara (ASN) saat ini sudah diisi oleh pegawai-pegawai berbasis IT. Triawati PP

Loading...