JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Pasangan di Nguter Sukoharjo Nekat Aborsi, Polisi Buru Penjual Obat Online

Ilustrasi | joglosemarnews.com
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi | JOGLOSEMARNEWS.COM

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM –Jajaran Polsek Nguter dan Polres Sukoharjo saat ini melakukan pendalaman terhadap penjual obat aborsi yang dibeli secara online oleh pasangan warga Nguter.

Hal ini merupakan buntut tertangkapnya pasangan berisinial SH (22) warga Nguter, bersama kekasihnya DF (23), warga Karanganyar. Keduanya telah melakukan aborsi.

Kanit Reskrim Polsek Nguter Iptu Wahyudiyanto mewakili Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya, Rabu (14/8/2019), mengatakan, kepolisian ingin mengetahui apakah penjual obat aborsi online tersebut ilegal ataukah legal alias memiliki izin penjualan.

Baca Juga :  Waspada, Seluruh Kecamatan di Sukoharjo Kini Menjadi Zona Merah, Total Kasus Positif COVID-19 Melonjak di Angka 108

“Penjual obatnya juga akan kami dalami, kami akan bekerjasama dengan Satreskrim Polres Sukoharjo,” tutur dia.

Dia membeberkan, SH dan DF (23) tega menggugurkan bayi berusia 7 bulan di dalam kandungan SH. Aborsi mereka lakukan di rumah SH pada selasa (6/8) pekan kemarin. Proses pengguguran bayi tersebut menggunakan obat aborsi yang diperoleh via online.

Baca Juga :  Waduh, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Akhirnya Tembus Angka 100

Dari informasi yang didapat dari keterangan DF, mereka melakukan hubungan layaknya suami istri sejak 2018 lalu. DF sudah menjadi tahanan Polsek Nguter karena berperan aktif membantu SH dalam proses aborsi. Aria