loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Disebut sebagai ‘Ratu Bajak Laut’ dalam akun sebuah twitter, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat meradang.

Terlebih, sebutan itu dilontarkan akun Twitter @faizalassegaf dan tersebar di berbagai media. Tak tinggal diam, menteri yang dikenal dengan jargon ‘Tenggelamkan!’ itu pun menyemprot Faizal di Twitter, sambil melampirkan berita lima tahun silam dari Tempo.co

“Makanya BACA lengkap sampai dengan selesai!!!! Sebelum menghujat orang sembarangan!!!!,” tulis Susi di akun Twitternya @susipudjiastuti sambil mengunggah berita Tempo.co pada Minggu, 11 Agustus 2019.

Berita berjudul Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi itu tayang lima tahun silam, tepatnya pada 11 November 2104. Cuitan Susi yang menohok sambil melampirkan berita Tempo.co itu untuk merespons akun Faizal yang menghujat Susi sebagai ratu bajak laut, karena pernah jadi buronan polisi.

Padahal, dalam berita yang dimuat Tempo.co itu, Susi Pudjiastuti mengatakan pernah diburu oleh aparat sebuah kepolisian resor di Sumatera Utara karena ketahuan membawa 5 ton solar bersubsidi dari Medan ke Simeuleu, Aceh.

Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan sejumlah pengusaha perikanan di kantornya.

Namun, kata Susi, dirinya saat itu tidak berniat menyelundupkan solar, yang seharusnya digunakan oleh nelayan kecil.

“Solar itu  justru saya berikan untuk nelayan di Simeuleu, karena di sana susah mendapatkannya,” kata Susi Pudjiastuti.

Selain untuk nelayan, Susi mengatakan solar tersebut digunakan untuk menyalakan generator listrik.

“Agar listrik penduduk bisa menyala,” ujar dia.

Saat itu, Susi Pudjiastuti masih menjabat sebagai Direktur Susi Air. Dalam kesempatan itu Susi juga mengutarakan opini bahwa bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan sumber maksiat. Sebab, BBM bersubsidi banyak dinikmati oleh kapal-kapal asing.

“Bahkan ada kapal dinas pemerintah yang menjual solarnya di tengah laut, makanya jarang berpatroli,” ujar Susi Pudjiastuti blak-blakan.

www.tempo.co

Loading...