JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Diskriminasi Pelayanan Kesehatan Pasien BPJS Dikeluhkan

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Aktivitas pelayanan di kantor BPJS kesehatan Jakarta Pusat / tempo.co

DEPOK, JOGLOSEMARNEWS.COM – Diskriminasi pelayanan kesehatan terhadap pengguna layanan BPJS Kesehatan terjadi di sebuah rumah sakit swasta di Kota Depok.

Penyebabnya, pasien diminta pulang dalam kondisi yang menurut mereka belum sembuh benar. Permintaan disertai narasi yang dianggap menyinggung perasaan keluarga dan si pasien.

Kisah itu disampaikan oleh Adam, warga Cilodong yang juga pengguna layanan BPJS Kesehatan kelas satu.

Dia mengatakan kalau ayahnya dirawat ‘dibatasi’ hanya lima hari. Adam tak bersedia mengungkap jenis penyakitnya.

Baca Juga :  Mendikbud Nadiem Syaratkan Faktor-faktor ini Bagi Pemda yang Izinkan Pembelajaran Tatap Muka

“Kami sempat diterima sih, sudah di rawat inap, dan sebagainya,” katanya, Jumat (30/8/2019).

Adam mengatakan, perlakuan tidak menyenangkan itu dialaminya satu minggu lalu.

Tepat pada hari kelima ayahnya dirawat, pada Selasa 21 Agustus 2019 malam, ia dan keluarga diminta pulang dengan alasan asuransi BPJS hanya berlaku selama 5 hari.

Padahal, dia menambahkan, kondisi orang tuanya saat itu masih lemah.

“Terus susternya sampaikan kalau nanti akan dikasih obat untuk berobat jalan,” kata Adam yang kemudian ‘menawar’ agar bisa meninggalkan rumah sakit keesokan paginya karena saat itu sudah malam.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Muhammadiyah Ikut Sosialisasikan Vaksin Covid-19 Agar Masyarakat Tenang dan Peroleh Informasi yang Benar

“Tapi kok ada omongan nggak enak, kata susternya, ‘Wah bapaknya masih betah disini ya’,” kata Adam menirukan.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok, Irfan Qadarussman, mengatakan, tidak ada jangka waktu perawatan pasien yang menggunakan BPJSKesehatan.

Dia berjanji, akan mempelajari kasus tersebut.

“Kami cari konfirmasi dulu ini kasusnya seperti apa, lalu kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok dan jika diperlukan rumah sakit akan ditegur,” kata Irfan.

www.tempo.co