loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebakaran menimpa rumah milik Sriyati (55) warga RT 2 RW 1, Desa/Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Rabu (31/7/2019) sore. Kebakaran terjadi saat rumah ditinggal pemiliknya ke pasar.

Anggota Polsek Kemangkon Polres Purbalingga yang mendapati laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian. Api sudah berhasil dipadamkan oleh warga setempat. Selanjutnya anggota Polsek melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Kemangkon AKP Purwoko Sukirman mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat api di tungku yang habis digunakan memasak air belum betul-betul padam.

Akibatnya api membakar bangunan dapur rumah korban.

Berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian ia baru memasak air menggunakan tungku. Setelah api dipadamkan, kemudian korban pergi ke pasar Panican untuk membeli ember. Saat pulang dari pasar korban mendapati bagian dapur rumahnya sudah hangus terbakar.

Baca Juga :  Mobil Dinas Pejabat dan Gubernur Jateng Ditempeli Stiker "Nek Aku Korupsi Aku Ora Slamet". Para Pelajar Bawa Poster "Cukup Atiku Sing Ambyar" 

Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi bernama Kanti Mutmainah (29) anak korban yang rumahnya bersebelahan.

Saat itu, saksi mendengar suara bambu terbakar. Saat dilakukan pengecekan, didapati dapur rumah ibunya sudah terbakar. Kemudian saksi berteriak minta tolong hingga warga berdatangan.

“Warga yang mendengar teriakan saksi kemudian berdatangan. Selanjutnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api baru dapat dipadamkan oleh warga sekitar 30 menit kemudian,” kata kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akibat kebakaran ruang dapur berukuran 4 X 3 meter berikut sejumlah barang yang ada di sekitarnya ikut terbakar.

Baca Juga :  Tersangka Pembantaian Unyil Hingga Tewas Peragakan Bagaimana Aksi Pengeroyokan Sadis di Bendung Pecangaan 

Kerugian akibat kebakaran dapur ditaksir mencapai Rp 8 juta.

“Peristiwa kebakaran yang terjadi hendaknya menjadi pembelajaran masyarakat. Apabila habis memasak, pastikan api tungku bener-benar sudah padam. Hal tersebut untuk mencegah peristiwa kebakaran terulang,” jelas kapolsek. JSnews

Loading...