JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kekeringan Sragen Mulai Memuncak. Gelontoran Droping Sudah Lebih 200 Tangki, Tiap Hari 4 Mobil PDAM Dikerahkan Wira-wiri Kirim Air 

Petugas BPBD Sragen saat menyiapkan armada tangki untuk mengisi air di PDAM Sragen yang akan dikirim untuk droping ke wilayah kekeringan. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Petugas BPBD Sragen saat menyiapkan armada tangki untuk mengisi air di PDAM Sragen yang akan dikirim untuk droping ke wilayah kekeringan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Krisis air dampak kekeringan musim kemarau di Sragen mulai mendekati titik kulminasi. Permintaan droping yang terus meningkat, membuat pihak PDAM mulai mengerahkan semua armadanya untuk membantu droping.

“Sampai sejauh ini, sudah lebih dari 200 tangki yang kita gelontorkan untuk droping. Setiap hari 4 armada kita juga keluar semua untuk kirim droping. Bahkan sehari sekarang bisa 3 kali kirim,” papar Dirut PDAM Sragen, Supardi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (17/8/2019).

Baca Juga :  Debat dengan Kotak Kosong, Cabup Yuni Akui Lebih Enak Debat Ketika Ada Lawan. Sebut Hadapi Panelis Seolah Lawan 3 Paslon, "Rasanya Seperti Pendadaran Pasca Sarjana!"

Menurutnya, memasuki bulan Agustus, permintaan droping memang cukup banyak. Hal itu dikarenakan intensitas kekeringan diprediksi memang mulai meningkat.

Aliran bantuan droping pun juga makin banyak. Baik dari BPBD, pihak ketiga, dan juga ada dari CSR PLN. Supardi menuturkan semua permintaan droping masuknya ke BPBD.

Supardi. Foto/Wardoyo

Nanti penyaluran dan jadwalnya tinggal berkoordinasi dengan PDAM. Sejauh ini, permintaan air untuk bantuan droping juga datang dari banyak komunitas.

“Sekarang lebih cepat karena sudah ada tandon-tandon air yang kemarin dibantu dari bupati dan BPBD. Jadi pengiriman lebih cepat, begitu sampai tinggal ditaruh ke tandon, nanti warga mengambil di tandon,” terangnya.

Baca Juga :  Horor Ganasnya Jalur Tol Sragen Tewaskan 3 Anggota DPRD dan Wakil Ketua DPRD. Polisi Imbau Lebih Hati-Hati Karena Jalur Sragen Jadi Titik Ini!

Meski ada lonjakan permintaan, Supardi memandang kekeringan tahun ini belum terbilang darurat atau parah. Menurutnya masyarakat di wilayah kekerintan relatif masih terkondisikan oleh droping.

“Belum begitu panik atau darurat banget. Sekarang droping juga lebih cepat jadi kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” tukasnya. Wardoyo