loading...
Loading...
ums
FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Temu Mahasiswa Lintas Budaya Antar Pulau dan Antar Negara, Kamis (15/8/2019) malam. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Temu Mahasiswa Lintas Budaya Antar Pulau dan Antar Negara, Kamis (15/8/2019) malam. Bertempat di Gedung Induk Siti Walidah, beragam seni budaya dari berbagai daerah di Nusantara tersaji dengan apik.

Bertajuk “Temu Budaya dan Gala Dinner Mahasiswa Lintas Budaya”, kegiatan tersebut berhasil menyatukan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai negara di ASEAN (Filipina, Thailand, Malaysia dan Vietnam) dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda untuk tampil bersama-sama.

Acara tersebut menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa-mahasiswa dengan kebudayaan mereka masing-masing. Mereka tampil secara bergantian dengan membawa kesenian dari daerah asal dan negaranya.

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno selaku Dekan FKIP UMS mengatakan, tujuan dikumpulkannya mereka menjadi satu adalah agar mereka saling mengenal, mengenal dalam konteks ke-Indonesiaan, konteks kebudayaan yang lebih luas.

“Karena sekarang ini konsepnya dengan adanya digital change akan membawa konsekuensi perubahan cultural change dan nantinya akan society change. Salah satu yang digunakan sebagai pengenalan dan pemersatu adalah melalui seni. Seni sebagai satu refleksi dari kebudayaan mereka masing-masing. Vietnam tampil dengan kebudayaan Vietnamnya, Filipina tampil dengan kebudayaan Filipinanya, dari Palu, Kendari, Bangka juga tampil dengan kebudayaannya masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  GenRe Wonogiri, Jauhi Nikah Muda Seks Pranikah dan Napza, Kuy

Ditambahkan Harun, mereka ini berasal dari program SEA Teacher. “Selain mereka datang ke kami, di saat yang sama kami juga mengirimkan mahasiswa-mahasiswa kami (UMS) ke negara-negara mereka supaya terjadi akulturasi kebudayaan yang nantinya akan berimplikasi pada literasi multikultural. Saat ini tercatat mahasiswa kami yang berada di luar negeri, Malaysia ada 16 mahasiswa, Filipina, Kongen, dan di Thailand ada 17 mahasiswa. Sedang di perguruan tinggi Muhammadiyah ada yang di Bangka, Medan, Belitung, pangkalanbun, Kendari dan juga Palu,” tambah Harun.

Harun juga menjelaskan, untuk bisa mengikuti program SEA Teacher ini mereka harus lolos seleksi yang diadakan oleh negara mereka masing-masing, seleksinya mulai dari administrasi, wawancara, sampai dengan kepribadian. Kemudian, disiplin ilmu yang masuk dalam program SEA Teacher ini yakni mereka yang berasal dari pendidikan baik itu pendidikan bahasa Inggris, Matematika, Geografi, maupun Akuntansi. Total peserta yang turut menghadiri Temu Budaya dan Gala Dinner termasuk DPL nya berjumlah 120 orang.

Selama satu bulan para mahasiswa tersebut ditempatkan di 97 sekolah dari TK – SMA/SMK di area Solo Raya. Aktifitas mereka di hari pertama yaitu mengamati budaya sekolah, lingkungan sekolah, dan sistem pembelajaran. Baru di hari kedua dan seterusnya mereka sudah latihan mengembangkan perangkat pembelajaran di sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Mahasiswa FH UNS Raih Juara Umum dalam Ubaya Law Fair 2019

Salah satu mahasiswa peserta Temu Budaya Malibu, Mutiara mahasiswa semester 6, STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung mengungkapkan kegembiraannya dapat memperkenalkan salah satu seni tari dari daerahnya di depan mahasiswa lain yang berasal dari budaya berbeda, termasuk dari luar negeri.

“Kami bertiga mempersembahkan tari Pinang Sebelas yang merupakan tari untuk menyambut tamu kehormatan dalam sebuah acara. Tentu kami sangat senang bisa hadir disini, diberi kesempatan memperkenalkan seni budaya kami,” tukasnya. Triawati PP

Loading...