JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

M Nasir: Perlu Revisi Aturan Sebelum Berdayakan Rektor Asing

tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gagasan untuk mempekerjakan rektor asing di tanah air telah menimbulkan pro kontra di kalangan bawah, termasuk kalangan rektor sendiri.

Terkait dengan hal itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan tidak sembarang rektor dari luar negeri bisa menjabat di Indonesia.

Namun, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi rektor asing agar bisa bekerja di Indonesia.

“Ada banyak,” kata Puan di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Baca Juga :  Munculkan Kerumunan di Tengah Pandemi, Pakar Hukum Habib Rizieq Shihab Tak Bisa Dikenai Sanksi Pidana, Ini Yang Bisa Dilakukan

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menyebutkan, salah satunya adalah memiliki jaringan yang baik.

“Jadi jangan hanya mencari pekerjaan di sini,” kata Nasir.

Kriteria kedua adalah berpengalaman memimpin perguruan tinggi di luar negeri. Kriteria ketiga adalah publikasi atau riset rektor asing tersebut mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang dipimpinnya.

“Kriteria itu minimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Satu Rombongan Saat Menteri KKP Diciduk KPK, Ali Mochtar Ngabalin Diminta Pisah Jalur

Adapun dalam pemilihan rektor asing, Nasir berharap akan ada mekanisme yang berbeda dari ketentuan yang saat ini diterapkan. Misalnya, pemilihan rektor melalui panitia seleksi.

Namun, sebelum menerapkan kebijakan tersebut, ia terlebih dulu merevisi aturannya.

“Kita enggak bisa melakukannya. Ini yang jadi masalah. Maka yang saya perhatikan ada antara peraturan pemerintah. Ya, saya lihat secara 14 peraturan saya kaji betul,” katanya.

www.tempo.co