loading...
Loading...
Calon kades di Desa Sidoharjo Sragen, Titik Saptawati (kanan) bersama putrinya, Lilik Anes Ambarwati (kiri) saat pengundian nomor urut di balai desa setempat, Kamis (29/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pesta demokrasi Pilkades serentak di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen menyisakan cerita menarik. Ada satu desa yang calonnya hanya memanggungkan ibu dan anak.

Desa itu adalah Desa Sidoharjo. Sang petahana Titik Saptawati, kembali maju Pilkades namun sang rival adalah putrinya sendiri, Lilik Anes Ambarwati (40).

Titik yang maju untuk periode ketiga, kembali gagal mendapat lawan. Sehingga sang putri pun harus digandeng untuk menghindari lawan kotak kosong.

Dan Kamis (29/8/2019) pagi dilangsungkan penetapan bakal calon menjadi calon sekaligus pengundian nomor urut di balai desa setempat.  Kedua bakal calon ibu dan anak itu juga mengikuti prosesi layaknya mekanisme yang ditentukan. Keduanya datang ke balai desa dengan diantar keluarga dan tim.

Mereka diarak dengan mobil yang juga dibranding untuk sosialisasi. Sang ibu berangkat dari kediamannya di Dukuh Nglebak RT 12 sedang sang putri dari dukuh yang sama tapi RT 13 atau di sebelahnya.

Namun menariknya, mobil yang ditumpangi sang anak, ternyata tak memasang poster wajahnya sendiri.  Melainkan juga ikut memasang poster ibunya.

Mobil yang membawa dua calon Kades Sidoharjo, ibu dan putrinya, juga sama-sama memasang poster sang ibu. Foto/Wardoyo

Dari hasil pengundian, Titik mendapat nomor urut 2 sedang putrinya nomor urut 1. Selesai pengundian, Titik langsung diarak keliling desa dengan mobil yang dibranding poster dan visi misinya.

Puluhan pengiring dari keluarga dan tokoh masyarakat juga ikut mengarak berkeliling jalan desa. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Titik mengatakan dirinya maju untuk kali ketiga. Namun dengan rival putrinya sudah kedua kalinya.

Baca Juga :  Mengejutkan, Bandar Ganja Jakarta Mengaku Dipasok Napi di Lapas Sragen. Kalapas Kaget, Pastikan Bakal Usut Semua Napi

Pada Pilkades periode 2013 lalu, dirinya juga maju melawan putrinya itu karena tak ada warga lain yang mau mencalonkan. Di Pilkades 2019 ini hal yang sama kembali terulang.

Ia mengaku bersyukur lantaran hal itu menunjukkan bahwa warga masih menaruh kepercayaan terhadap dirinya untuk kembali melanjutkan kepemimpinan.

“Sewaktu masih menjabat di akhir-akhir, saya memang keliling datangi tokoh-tokoh masyarakat dan RT. Saya matur mohon doa untuk pencalonan ketiga. Ternyata masyarakat masih mendukung ya Buk dilanjutkan lagi aja. Karena sudah begitu, berarti warga masih percaya saya. Ya akhirnya saya maju. Akhirnya maju bersama anak saya ini,” papar Titik.

Meski melawan anak sendiri yang dipastikan hanya untuk pelengkap, Titik mengaku tetap akan mengikuti semua tahapan dan mekanisme yang sudah ditentukan.

Termasuk soal visi misi dan kampanye, putrinya pun juga sudah menyiapkan visi misi dan akan kampanye. Akan tetapi kampanye dan visi misi yang disiapkan putrinya, juga untuk mengkampanyekan sang ibu.

“Tapi Mbak Ambar (sapaan akrab putrinya) pun kampanyenya menyampaikan kalau dia mencalonkan diri karena mengemban amanah dari ibu. Agar ibu bisa memimpin kembali dan mengemban amanah masyarakat. Jadi kampanyenya Mbak Ambar bukan kampanye untuk dia, tapi malah jangan milih saya tapi bantu milih Ibu Saya gitu,” ujar Titik.

Baca Juga :  Kabar Terbaru Nasib Pemberkasan Honorer K2 yang Lolos PPPK atau P3K. Begini Pernyataan Bupati Sragen! 

Meski peta persaingan nyaris tanpa perlawanan itu, Titik tetap tak menanggalkan mekanisme.

Ia tetap mengumpulkan kader, tokoh masyarakat untuk menuju pemenangannya.

Termasuk visi misi, juga sudah ia siapkan untuk periode ketiganya.

“Visi misi saya di periode ketiga ini lebih fokus untuk peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD). Itu program yang sudah kita siapkan. Apalagi wilayah kita dekat dengan exit Tol, sehingga sangat menunjang program peningkatan PAD. Nanti lapangan desa yang dekat dengan exit tol akan kita kembangkan dengan water boom dan jogging track. Termasuk pengembangan lainnya karena SD Sidoharjo yang di dekat lapangan nanti juga akan dikembalikan ke desa karena sudah diregrouping,”  tandasnya. Wardoyo

 

Loading...