loading...
Loading...
Ratusan peternak ayam ikuti peluncuran pakan ayam petelur tanpa antibiotic QMAX Series, Kamis (29/8/2019), di Hotel Harris. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Ratusan peternak ayam ikuti peluncuran pakan ayam petelur tanpa antibiotic QMAX Series, Kamis (29/8/2019), di Hotel Harris. Mereka antusias berdiskusi dengan sesama peternak yang hadir, dan berkonsultasi dengan nutrisionis dari Cargill pada kesempatan yang sama.

QMAX Series dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat yang semakin dibutuhkan masyarakat sekaligus mendorong produktivitas peternak ayam petelur, unit bisnis pakan ternak Cargill (Cargill Feed & Nutrition) luncurkan produk terbarunya QMAX Series berupa produk pakan ternak untuk ayam petelur yang memiliki kandungan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan tiap fase pertumbuhan. Kandungan nutrisi QMAX diharapkan mampu meningkatkan produksi telur serta membantu meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh ternak sehingga mengurangi penggunaan antibiotik pada ayam petelur.

“Q-Max hadir untuk memastikan ayam petelur dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan standar, menyiapkan ayam untuk berproduksi dengan optimal sehingga peternak dapat merasakan keuntungan yang lebih baik,” ujar Adi Widyatmoko selaku Business Development Manager Cargill Feed and Nutrition.

Peternak masa kini, lanjut Adi, dihadapkan pada dinamisnya harga, baik harga daging maupun harga telur juga masalah kesehatan ayam sehingga layak konsumsi dengan harga yang terjangkau. Hal itulah yang kemudian mendorong Cargill menyiapkan pakan ternak yang mampu meningkatkan produktivitas, kesehatan, lebih efisien dan keuntungan yang lebih baik melalui produk terbarunya QMax Series.

Baca Juga :  UMS Akan Kukuhkan Prof Muhammad Da'i dan Prof Muhtadi Jadi Guru Besar ke-27 dan 28

Q-Max didesain khusus untuk menyiapkan ayam mencapai performa terbaik tiap fasenya, mulai dari fase starter hingga produksi, seluruh tahapan akan dilalui dengan pencapaian yang optimal terbukti dari hasil produksi ayam yang lebih baik, puncak produksi yang lebih panjang sesuai dengan standar produksi ayam petelur serta bobot afkir hingga 1.9 kilogram.

Hasil uji coba yang dilakukan Cargill di Indonesia menunjukan bahwa penggunaan QMax series mampu mendongkrak masa puncak produksi dari yang biasanya 20 minggu menjadi lebih dari 22 minggu. Berat telur yang dihasilkan juga pada umumnya terjaga di kondisi ideal sekitar 60-63 gram. “Hasil hitungan analisa ekonomi yang kami lakukan, peternak ayam petelur berpotensi mendapat tambahan keuntungan bersih hingga Rp. 500/Kg setelah penggunaan QMax series,” tukas Adi.

Sementara itu, dijelaskan lebih lanjut oleh Fatimah (Technology Application Manager),’’dalam QMAX series kami menambahkan beberapa zat yang mampu mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh (immune modulator), gut modulator dan microflora modulator untuk meningatkan kesehatan saluran cerna, antioxidant untuk mengurangi stres serta mineral yang mengoptimalkan pembentukan saluran reproduksi. Pantauan performance dari farm monitoring dan beberapa peternak yang sudah mencoba pakan ini, QMAX rearing series terbukti mampu menekan angka kematian pada ayam muda. Pertumbuhan ayam menjadi lebih optimal dan seragam baik dari segi rangka tubuh dan bobot badan. Kandungan nutrisi QMAX juga mendorong efisiensi pakan di angka 1.9 – 2.1 saat puncak produksi, serta Feed Conversion Ratio (FCR) R 2.0 -2.16 setelah masa puncak.

Baca Juga :  12.12 Gibran Daftar ke DPD PDIP Jateng, Dengan 20 Bus, 890 Relawan Kawal Putra Sulung Jokowi

Hal ini sejalan dengan respon peternak yang mencoba QMAX series yang menyampaikan bahwa ayam saya yang biasa makan 125gr/ekor, sekarang hanya butuh 100 -105 gr/ekor/hari. Ayam kami bertelur lebih tepat waktu dan tidak mudah sakit. Telur yang dihasilkan juga lebih berat dan warna cangkang lebih coklat dan tebal’, ungkap Soyo peternak ayam petelur di Jawa Timur yang sudah menggunakan QMax Series selama lebih dari satu tahun. Triawati PP

Loading...