loading...
Loading...

SOLO, Joglosemarnews.com – SD Marsudirini Surakarta tengah menjalani akreditasi oleh Yayasan Marsudirini Pusat. Akreditasi berlangsung selama dua hari, Senin (12/8/2019) dan Selasa (13/8/2019).

Dua orang asesor, Lukas Suharno dari SD Marsudirini Yogyakarta dan Angela Sri Utami dari SD Poncol, Semarang datang untuk memotret data dan realita yang ada di SD Marsudirini Surakarta.

Mereka disambut oleh segenap guru dan para peserta didik dalam upacara hari Senin pagi. Usai upacara, tim asesor diterima di ruang komite, di mana seluruh berkas administrasi dan dokumen sekolah maupun dokumentasi kegiatan telah dipersiapkan.

Di ruangan ini, tim asesor diterima oleh Kepala Sekolah SD Marsudirini Surakarta, Sr Cresentia OSF SPd, puluhan orang guru dan segenap pengurus komite sekolah.

Dalam kata sambutannya, Sr Cresentia mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim asesor. Ia menjelaskan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Marsudirini Surakarta cukup dinamis berkat dukungan dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Serunya Siswa SD Marsudirini Solo Dalam Aneka Lomba HUT RI

Sr Cresentia menyinggung besarnya peran guru dan komite yang sangat bagi keberhasilan pendidikan di sekolah. Dia juga sempat memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik dari seluruh civitas sekolah.

“Kami dengan komite saling mendukung. Susternya sedang urusan ke sana  kemari, komite yang membantu. Tanpa komite, kami tidak bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Sedangkan dalam tanggapannya, salah satu tim asesor,  Angela Sri Utami mengatakan, pihaknya datang bukan sebagai penilai. Melainkan, mereka datang hanya untuk memotret fakta dan realita yang ada di SD Marsudirini Surakarta.

“Kami akan belajar bersama dengan bapak ibu selama dua hari ini. Di sekolah ini, saya rasakan tadi sungguh istimewa, karena pengurus komite bisa datang serentak. Sementara di sekolah lain, paling hanya satu tau dua saja,” ujarnya.

Hari pertama, tim asesor akan memeriksa seluruh administrasi sekolah, sementara pada hari kedua, mereka akan melakukan visitasi ke dalam kelas-kelas.

Baca Juga :  Inovasi E- Money SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Jadi Daya Pikat Studi Banding Forum Kepala Sekolah Bekasi

Ditemui terpisah, tim asesor, Lukas Suharno mengatakan bahwa akreditasi sekolah marsudirini tersebut baru pertama kali dilakukan. Akreditasi dilakukan secara serentak di sekolah marsudirini di seluruh Indonesia.

Rangkaian akreditasi sudah dimuali awal Agustus 2019, dan ditargetkan selesai pada September 2019. Menurut Lukas, total ada 70 sekolah Marsudirini di Indonesia.

Akreditasi tersebut dimaksudkan sebagai pemetaan, untuk mengetahui keadaan masing-masing sekolah.

“Dengan demikian, yayasan bisa tahu mana sekolah yang surplus dan mana sekolah yang  kekurangan. Mana sekolah yang sudah sesuai standar atau mendekati standar, mana sekolah yang perlu dibangun dan diperbaiki bersama. Itu semua akan terdeteksi,” ujarnya kepada Joglosemarnews.

Joglosemarnews/Suhamdani

Akreditasi dilakukan dengan menggunakan 15 buah standar penilaian yang diterapkan pada seluruh tingkatan sekolah, baik tingkat TK, SD, SMP dan SMA maupun SMK.

“Kalau akreditasi oleh Dinas biasanya hanya melihat dari 8 standar point saja. Di kita 15 point standar dan sifatnya lebih menyeluruh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

Menanggapi akreditasi tersebut, Kepala Sekolah SD Marsudirini Surakarta, Sr Cresentia OSF SPd mengatakan, akreditasi tersebut makin memberikan motivasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk makin membuat SD Marsudirini Surakarta  kian maju dan berkembang.

“Terutama dalam hal mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang berkepribadian utuh, menjadi orang-orang sukses di masa depan dan mau memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sr Cresentia.

Di samping itu, dengan akreditasi tersebut menurut Sr Cresentia, pihak sekolah tidak hanya bergerak asal-asalan. Namun bisa terukur dan teruji secara valid baik kualitas maupun kuantitasnya.

Sedangkan Ketua Komite SD Marsudirini Surakarta, Maria Irena Hendriyanti mengatakan, akreditasi tersebut sangat membantu sekolah dalam hal tertip administrasi dan proses peningkatan mutu sekolah.

“Dalam proses pendidikan tersebut, kepala sekolah, guru, karyawan dan komite merupakan satu kesatuan sistem pelayanan pendidikan,” bebernya. suhamdani

Iklan
Loading...