loading...
Loading...

SOLO, Joglosemarnews.com – Dalam rangka penguatan implementasi Kurikulum 2013, SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengadakan workshop dengan tema Implementasi Kurikulum 2013 Pada Sekolah Berciri Khusus, Sabtu (3/8/2019).

Hadir dalam workshop tersebut, narasumber antara lain Dr Herry Widyastono, Kaprodi PLB FKIP UNS yang juga Kepala Bidang Kurikulum dan Perbukuan Puskurbuk Balitbang Kemdikbud tahun 1982-2017.

Worskshop tersebut diikuti oleh seluruh guru pengampu tematik kelas 1-6, guru PJOK, guru PAI, guru Bahasa Inggris dan guru Bahasa Arab.

Sebagaimana diketahui, tahun pelajaran 2019/2020 ini merupakan tahun keempat penerapan kurikulum 2013 di SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Baca Juga :  SD Marsudirini Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Solo

Proses pembelajaran kelas 1 sampai kelas 6 semuanya sudah menerapkan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik terpadu K-13.

Kepala SDIT Nur Hidayah, ustadz Waskito SPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah tersebut berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Maka, SDIT Nur Hidayah selalu mengikuti regulasi peraturan perundang-undangan dan kurikulum yang ada. Termasuk penerapan Kurikulum 2013 ini.

“Tetapi SDIT Nur Hidayah bagian dari anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia yang juga mengaplikasikan muatan khusus SIT (Sekilah Islam Terpadu). Sehingga kita mengombinasikan penerapan kurikulum 2013 ini dengan muatan khusus SIT,” tambahnya.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

“Hari ini kita menimba ilmu dari beliau Bapak Dr Herry Widyastono tentang bagaimana implementasi kurikulum 2013 ini pada sekolah berciri khusus sebagaimana Sekolah Islam Terpadu. Tentu banyak hal yang akan beliau sampaikan dalam rangka bimbingan kepada kita dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ini. Semoga SDIT Nur Hidayah semakin bermutu, berkarakter dan peduli lingkungan,” ujar Waskito.

Sementara itu, Dr Herry Widyastono dalam paparannya mengatakan, pembelajaran kurikulum 2013 harus mengembangkan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter), Literasi, Pengembangan Kecakapan Abad 21, dan HOTS (Higher Order Thingking Skill).

Baca Juga :  Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Empat hal penting itulah yang menjadi rasionalisasi pengembangan kurikulum 2013. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif.

“Dalam proses pembelajaran seharusnya dimulai dari KI-3 untuk kemudian diberikan ruh KI-1 dan KI-2 (sikap spiritual dan sikap sosial) serta disempurnakan dengan keterampilan (KI-4),” tambahnya.

Salah satu peserta, Syarifatul Istiqomah SPd mengakui paparan dari narasumber sangat bermanfaat bagi sekolah.

“Kami jadi makin punya gambaran jelas, bagaimana mengaplikasikan K-13. Insya Allah ke depan akan semakin baik,” tuturnya. A Setiawan

Iklan
Loading...