loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM– Nasib sial menimpa Nanang Suryo Subagiyanto (33) warga Podosoka, Candimulyo, Kabupaten Magelang.  Dalam kondisi terlilit utang ratusan juta rupiah ia justru menjadi korban penipuan uang senilai Rp 40 juta oleh saudaranya sendiri Banari yang mengaku sebagai wartawan.

Banari (54) yang diduga wartawan abal-abal itu pun langsung digelandang ke Mapolres dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Magelang saat konferensi pers mengatakan kejadian bermula ketika Nanang yang menjadikan rumahnya sebagai agunan utang di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Trio Artha Magelang sebesar Rp 120 juta menunggak membayar cicilan utang sehingga rumahnya terancam disita.

Baca Juga :  Bongkar 2 Remaja Alap-Alap Kabel Listrik Jalan Tol, 10 Anggota Polres Pemalang Diganjar Penghargaan 

Kepada Nanang, Banari mengaku mempunyai kenalan di KSP Trio Arhta yang dapat menunda penyitaan rumahnya dengan syarat musti menyetor uang senilai Rp 40 juta.

Nanang pun setuju serta memberikan uang secara bertahap kepada tersangka sejak Juni hingga Desember 2018. Pembayaran dimulai dari Rp 10 juta, kemudian Rp 7,5 juta hingga total Rp 40 juta.

Perbuatan penipuan tersangka terungkap, ketika pada Mei 2019, pihak KSP Trio Artha mendatangi rumah Nanang memberitahukan kalau rumahnya akan dilelang karena tidak membayar cicilan utang.

Baca Juga :  Tragedi Sumur Maut di Rumbu Kidul. Dua Warga Ditemukan Tewas Bertumpukan di Dalam Sumur Saat Kuras Air 

Uang Rp 40 juta yang diserahkan kepada tersangka ternyata tidak pernah disetorkan ke KSP tersebut serta digunakan kebutuhan pribadi.

“Saya tidak menipu. Saya dititipi uang cicilan yang akan dibayarkan pada Januari 2019,” kilah Banari.

Wakil Kepala Polres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, menyatakan modus operandi tersangka dengan menawarkan jasa memberi keringanan penyitaan jika ada uang Rp 40 juta.

Menurut Eko, kepada penyidik tersangka juga mengaku sebagai wartawan koran Pos Nusantara News. Tersangka juga mengaku sebagai kepala biro Kedu yang kantornya menempati rumahnya di Dusun Podosoko III, Gupitan, Candimulyo, Magelang.

Baca Juga :  Akomodir SIM Untuk Penyandang Difabel, Kapolres Jepara Dapat Apresiasi Dari Kalangan Disabilitas

“Tersangka menjual statusnya sebagai wartawan sehingga korban yakin kasusnya bisa dibantu. Padahal media Pos Nusantara News tidak jelas keberadaannya,” kata Eko dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Atas perbuatannya tersangka melanggar Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 4 tahun dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 4 tahun atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah. JSnews

 

Loading...