loading...
Loading...
Anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim bersiap masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Sabtu (17/8/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak lima orang anggota TNI dibebastugaskan karena diduga terlibat dalam pengepungan asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Penerangan Kodam Brawijaya, Letnan Kolonel Imam Haryadi.

“Jadi mereka akan diskors sampai berkas penyidikan mereka selesai. Lalu skors itu akan diganti dengan hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan militer,” ujar Imam saat dihubungi, Senin (26/8/ 2019).

Imam menjelaskan, penjatuhan status non-aktif kepada lima orang tersebut tak berhubungan langsung dengan teriakan rasis saat pengepungan asrama di Surabaya itu.

Tetapi karena cara komunikasi mereka yang dianggap tidak efektif dan tidak persuasif, dalam menangani konflik.

Baca Juga :  Ical Mengaku Sedih Kubu Airlangga dan Bamsoet Belum Bersatu

Menurut Imam, sejatinya, bila ditemukan permasalahan di lapangan, tentara harus mengedepankan cara komunikasi yang baik dan persuasif.

“Dia tak menampilkan jati diri seorang aparat, marah-marah dan makian-makian itu tidak boleh. Sementara perintah kita jelas, di metode kami kan jelas komunikasi sosial,” kata Imam.

Pengepungan asrama Mahasiswa Papua di Surabaya ditengarai memicu kerusuhan di beberapa titik di Papua dan Papua Barat. Para pengunjuk rasa di sana mengecam tindakan rasis dari para pengepung.

Baca Juga :  Da'i Perlu Bersertifikat, ini Alasan Ma'ruf Amin

www.tempo.co

Anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim bersiap masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Sabtu (17/8/2019) / tempo.co

 

Loading...