loading...
Loading...
Ilustrasi/tribunnews

KLATEN, Joglosemarnews.com – Pembuat film dokumenter yang tergabung dalam Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) menggelar pra kongres dan sambung rasa nasional di Klaten, Jawa Tengah, Senin (16/8/2019) dan Selasa (17/9/2019).

Sekretaris Jenseral (Sekjen) ADN, Andre Triadiputra dalam rilisnya ke Joglosemsrnews menjelaskan, acara tersebut merupakan kegiatan perdana dalam upaya membentuk asosiasi profesi profesional di bidang film.

“Khususnya untuk bidang film dokumenter di Indonesia,” jelasnya.

Dijelaskan, melalui kegiatan tersebut mereka berupaya mendorong terbentuknya pengurus caretaker.
Tugasnya adalah menyiapkan draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Struktur Organisasi serta terbentuknya draft Kode Etik Profesi bidang film dokumenter Indonesia.

Pengurus caretaker yang terbentuk memiliki tugas dalam waktu yang secepatnya untuk menyelenggarakan kongres nasional dengan keterwakilan Koordinator Daerah (Korda) di seluruh wilayah Indonesia.

Asosiasi Dokumenteris Nusantara diketuai oleh Tony Trimarsanto, Sekretaris Jenderal Erlan Basri, Wakil Sekretaris Jenderal Andre Triadiputra dan Bendahara Lianto Luseno.

Sementara bertindak selaku Dewan Pembina Gerzon R. Ayawaila, Gunawan Paggaru, H.RM. Bagiono dan IGP Wiranegara,.

ADN diharapkan menjadi ruang bersama dalam menyambung silahturahmi para pembuat film dokumenter Indonesia dan ruang untuk memperjuangkan kepentingan membangun ekosistem film dokumenter Indonesia agar semakin berkembang dan maju di masa yang akan datang.

ADN memiliki visi mewadahi para Dokumenteris untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan produktivitas, yang berguna untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan bagi para Dokumenteris di Indonesia.

Dijelaskan Andre, misi ADN adslah menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pelatihan peningkatan kapasitas SDM Dokumenteris Indonesia, membangun dan memperkokoh jaringan para dokumenteris Indonesia dalam skala nasional dan internasional.

Selainnitu juga melakukan kegiatan aktif sosialisasi tentang profesi dokumenteris bagi masyarakat dan pengambil kebijakan di Indonesia. Melakukan kegiatan aktif dalam membuka akses dengan pemangku kebijakan dan dunia usaha/industri serta melakukan perlindungan hukum dan HAM bagi para dokumenteris Indonesia.

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Dokumenter Klaten, Jawa Tengah, selain terbentuknya pengurus caretaker, juga diselenggarakan acara syukuran yang kemudian dilanjutkan sambung rasa, silahturahmi, diskusi, tukar gagasan dan berbagi ide dengan tujuan melakukan penguatan organisasi di ruang asosiasi.

“Bahasan utama diskusi tanggal 17 September 2019 tentang sosialisasi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Film Dokumenter yang segera disahkan oleh Kemenakertrans RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi profesi adalah hal yang penting sebagai legitimasi dari standar kompetensi yang dimiliki oleh individu pekerja profesional,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Maman Wijaya, M.Pd, serta para pembuat dan penggiat film dokumenter dari sejumlah Korda di berbagai daerah. suhamdani

Loading...