JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berikut Isi 5 Poin Kesepakatan Dua Kubu PSHT di Mapolda Jawa Tengah. Salah Satunya Soal Hak Paten, Yang Rusuh Ditangani Aparat! 

Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberikan pengarahan di hadapan ribuan massa PSHT dan pagar betis kepolisian yang bersiaga di Beloran, Sragen, Jumat (13/9/2019) malam. Foto/Wardoyo


Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberikan pengarahan di hadapan ribuan massa PSHT dan pagar betis kepolisian yang bersiaga di Beloran, Sragen, Jumat (13/9/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Konflik antara dua kubu Persaudaraan Setia Hati (PSHT) di Sragen membuat jajaran Polda Jateng turun tangan. Tak ingin berkepanjangan, Kapolda Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel langsung bergerak dengan mengundang perwakilan kedua belah pihak untuk duduk bersama membahas persoalan yang terjadi.

Pertemuan perwakilan PSHT Parluh 17 atau P-17 dan PSHT Parluh 16 atau P-16 digelar di Mapolda Jateng, Rabu (18/9/2019). Pertemuan kedua kubu itu difasilitasi langsung oleh Kapolda bersama Dir Intelkam Polda Jateng, AKBP Yudha Gustawan.

Setelah duduk bersama, akhirnya pertemuan tersebut menghasilkan lima poin kesepakatan yang berintikan kedua belah pihak sepakat menjaga kondisivitas, tidak saling ganggu dan mengerahkan massa serta menyerahkan persoalan hak paten dan merek kepada proses peradilan.

Baca Juga :  Serentak di 35 Kabupaten, Operasi Patuh Candi 2021 Jateng Digeber Mulai Hari Ini. Kapolda Bicara Soal Tilang!

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan adanya pertemuan kedua kubu PSHT di Polda Jateng tersebut. Menurutnya pertemuan dipimpin langsung oleh Kapolda, Dir Intelkam serta pucuk pimpinan kedua kubu maupun beberapa perwakilan.

Advertisement

Dari kubu PSHT P-16 diwakili Ketua Korwil Jateng Dr Kun Sriwibowo dan Sag Humas Korwil Jateng Agus Susilo serta Danar Sutopo.

Baca Juga :  Setor Tebu, Sopir Truk Asal Gabus Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Truknya

Sementara dari pihak PSHT P-17  dihadiri AKBP Sapto selaku Korwil Jateng PSHT 17 dan  Ujang Tono selaku kuasa hukum.

“Hasilnya ada lima poin kesepakatan,” papar AKP Agus kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (19/9/2019).

Atas poin kesepakatan itu, AKP Agus mengatakan Polres Sragen sangat berharap kedua belah pihak bisa menghormati dan melaksanakan poin kesepakatan yang sudah dibuat. Selain itu, kedua kubu juga diharapkan bisa menjaga kondusivitas di wilayah Sragen sehingga insiden dan pengerahan massa tidak terulang kembali.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua