loading...
Loading...
Bupati dan forkompida saat berpose dengan pelajar asal Papua yang bersekolah di SMKN 1 Kedawung di karnaval pembangunan Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Empat pelajar asal Papua yang kini menimba ilmu di SMKN 1 Kedawung Sragen kabur dari sekolah untuk pulang kembali ke kampung halaman. Mereka pulang diduga karena terprovokasi situasi kerusuhan di Jayapura belakangan ini.

Mereka diketahui meninggalkan asrama SMKN 1 Kedawung Kamis (28/8/2019) malan atau tepat sehari setelah tampil di karnaval pembangunan memeriahkan HUT ke-74 RI yang digelar di jalan protokol Sragen, Rabu (27/8/2019).

Kepala SMKN 1 Kedawung Sragen, Taryono mengungkapkan ada empat siswa asal Papua yang memang pulang kembali ke daerah asalnya. Ia menduga mereka terprovokasi oleh kasus kerusuhan di Malang dan Surabaya serta kabar kerusuhan yang melanda di Papua.

Malam sebelum kabur (Kamis, 28/8/2019), para siswa itu sempat didatangi dua orang mahasiswa asal Jogja. Disinyalir mahasiswa itu melakukan provokasi sehingga membuat keempat siswa itu nekat meninggalkan asrama untuk pulang ke Papua.

“Mereka meninggalkan asrama malam hari, sehari setelah tampil di Karnaval Pembangunan itu. Sebenarnya juga sudah kami beri pemahaman bahwa di Sragen dijamin aman dan mereka sudah tenang. Tapi mungkin terprovokasi kerusuhan di Malang dan Surabaya itu dan mendengar kabar kalau Papua panas. Malam hari itu, petugas penjaga sekolah bilang ada dua orang mahasiswa yang datang dari Jogja dan menemui mereka. Malam itu juga mereka langsung berangkat ke Papua,” papar Taryono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga :  Siap-siap, Sebentar Lagi Yang Tak Punya Kartu Miskin Dilarang Beli Gas Elpiji 3 KG Warna Hijau Melon!

Selain provokasi mahasiswa, kepulangan 4 siswa itu juga dikarenakan permintaan orang tua. Taryono menyampaikan sebelumnya orangtua mereka sempat memang meminta mereka pulang dulu.

Keempat pelajar asal Sorong itu sempat pamit ke pembina asrama. Siang harinya, baru mereka pamit ke kepala sekolah.

Namun, Taryono memastikan mereka sudah menyampaikan kabar dan akan balik kembali ke sekolah jika situasi di Papua sudah mereda.

“Sebenarnya orangtua juga sudah kami beri pemahaman kalau semua pejabat, Pemkab dan sekolah menjamin keamanan warga Papua di Jawa dan Sragen,” tukasnya.

Ditambahkan, dengan pulangnya empat siswa itu, kini tinggal tiga siswa asal Papua yang masih bertahan di SMKN 1 Kedawung. Sebelumnya total ada tujuh siswa asal Bumi Cendrawasih yang belajar di SMKN yang dinobatkan memiliki lahan terluas se-Asia Tenggara tersebut.

Baca Juga :  Cara Kodim Sragen Tunjukkan Kekompakan dengan Jajaran Pemkab di Hari Juang Kartika

Terpisah, Sekda Sragen Tatag Prabawanto menegaskan Pemkab menjamin keberadaan dan keamanan bagi warga Papua yang tinggal di Sragen. Karenanya pihaknya meminta warga Bumi Cendrawasih tak perlu risau dan tetap tenang lantaran situasi di Papua juga sudah berangsur kondusif. Wardoyo

 

Daftar pelajar asal Papua yang meninggalkan asrama SMKN 1 Kedawung Sragen:

1. Emanuel Paulus Bismar

2. Noni Kobogau

3. Nuos Kobogau

4. Januari Dumupa

Sumber: wawancara 

 

Loading...