JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Ketika Logistik Berandil Menaikkan Derajat, Memupuk Cinta, hingga Memperluas Usaha…

Aramea Putri (2) merengek manja, Jumat (13/9/2019) pagi. Bocah kecil itu tengah membujuk sang ibu, Putri Dewi (27) agar segera membuka bingkisan yang baru saja diterima dari kurir jasa pengiriman barang. Triawati PP

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aramea Putri (2) merengek manja, Jumat (13/9/2019) pagi. Bocah kecil itu tengah membujuk sang ibu, Putri Dewi (27) agar segera membuka bingkisan yang baru saja diterima dari kurir jasa pengiriman barang. Ia penasaran dengan isi bingkisan yang dibungkus dengan kardus dan plastik warna hitam tersebut. Tak henti-hentinya Aramea menarik baju Putri hingga mereka tiba di ruang tengah rumah.

Namun setelah duduk, Putri tak langsung membuka bingkisan. Ia lebih dulu menasihati sang buah hati agar lebih tenang. Ibu menerangkan bahwa sikap tak sabar atau gegabah termasuk perbuatan yang kurang baik. Putri baru membuka bingkisan setelah menyaksikan anak semata wayangnya itu mengangguk sebagai tanda penerimaan. Sorak-sorai gembira pun pecah ketika Aramea benar-benar diperbolehkan melihat isi bingkisan.

Saat itu Aramea mendapati mainannya telah kembali. Sudah sepekan ia tak bertemu dengan mainan elekroniknya tersebut karena harus dikirim ke Tangerang, Banten untuk diservis. Bocah perempuan berambut ikal itu pun tampak begitu senang ketika bisa menyaksikan lagi tayangan video edukasi dan lagu anak-anak yang dapat diputar melalui produk mainan tersebut. Melihat Aramea gembira, Putri ikut sumringah. Mainan itu apalagi cukup membantu dirinya saat ingin menahan Aramea agat tidak terlalu banyak melakukan aktivitas.

Putri dari awal optimis mainan Aramea akan kembali dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Hal itu dikarenakan ia langsung mengakses layanan servis di tingkat pusat. Putri meyakini di Tangerang, mainan dijamin akan ditangai oleh ahlinya. Ia pun merasa sangat terbantu dengan adanya layanan ekspedisi yang mampu mendekatkan pelanggan dengan penjual. Untuk mengirim mainan Aramea, Putri mempercayakan kepada perusahaan Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

“Secara umum saya sangat terbantu dengan adanya perusahan ekspedisi. Jika tidak ada mereka, saya pasti akan kesulitan mengekases layanan servis, termasuk melakukan pembelian barang,” jelas Putri saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM di rumahnya, Desa Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (27/9/2019).

Alumnus Universitas Indonesia (UI) yang memilih menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga itu mengaku kerap membeli barang atau mainan via online shop. Hal itu ia lakukan demi alasan keamanan karena tak perlu sering-sering mengajak Aramea menemui jalanan. Selain itu, Putri mempertimbangkan masalah ekonomi. Melalui online shop, ia bisa dengan mudah mendapatkan referensi harga barang yang diinginkan. Putri akan memilih barang yang sekiranya bagus namun murah.

“Ibarat kata, keberadaan online marketplace dan layanan logistik ini mampu meningkatkan derajat saya khususnya di mata Aramea. Pasalnya, saya yang lebih sering berada di rumah ini tetap punya kesempatan memberikan perhatian lebih dengan menghadirkan mainan, buku, atau sekadar pakaian,” terang Putri.

Dalam pengiriman barang pembelian secara online, Putri mengaku cukup sering mempercayakan kepada JNE. Berdasarkan pengalaman, ia tak pernah mendapati masalah ketika menitipkan barang kepada perusahaan yang pada tahun ini kembali menyabet penghargaan Top Brand Award kategori Courier Service itu. Putri yang beberapa kali menjual kembali barang secara online dan menjadi re-seller juga kerap menemui permintaan dari rekan atau pelanggan untuk mengirim barang menggunakan JNE. Ia melihat banyak pihak mempercayai JNE karena perusahaan ini mampu memberikan pelayanan baik dan tepat waktu. Selain itu, sebagai pionir perusahaan logistik, JNE terkenal memiliki jangkauan yang luas.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, 27 Orang Termasuk Anggota PSHT Dipulangkan, Motor Tetap Ditahan

Berbeda alasan dengan Putri, Suri Anggerningrum, 29, kerap membelikan barang untuk anak secara online karena tidak punya banyak waktu luang. Dari pagi sampai sore ia harus bekerja di luar rumah. Warga Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo itu bersyukur kini bisa dengan mudah membeli barang tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Barang bisa dibeli dan dibayar secara online. Untuk pengiriman barang, ia juga tak perlu pusing. Banyak perusahaan logistik yang dapat diakses, salah satunya JNE. Setelah melakukan transaksi, Suri tinggal menunggu barang tiba. Ia beberapa kali senang ketika menyaksikan putranya maupun sang suami tampak gembira setelah dibelikan pakaian dari hasil jerih payahnya.

“Meski bekerja, saya masih punya kesempatan membelikan barang untuk Yitro [anak] maupun suami. Semua itu berkat online shop dan jasa logistik yang semakin mudah diakses,” terang Suri.

Sementara itu, Esterina Eni, 23, menyebut perusahaan logistik turut berjasa membangun kisah cintanya. Hal itu dikarenakan ia sangat terbantu ketika ingin mengirim barang untuk kekasihnya yang berada di luar kota. Gadis asal Pasar Kliwon, Solo itu beberapa kali menggunakan jasa logistik untuk mengirim kado atau barang lain yang sekiranya dibutuhkan oleh sang kekasih. Karena terpisah jarak dan sama-sama telah bekerja, Esterina tak bisa sering-sering bertemu dengan kekasihnya. Ia menyampaikan, berkat jasa logistik, wujud perhatiannya untuk orang lain bisa tersalurkan.

“Pas ingin kasih sesuatu tapi tidak bisa ketemu, ya saya kirim barangnya lewat jasa logistik. Kan bisa jadi kejutan juga, tiba-tiba ada barang datang. Kadang dia juga seperti itu, kirim barang tanpa bilang. Seru bukan?” tutur Esterina.

Kebermanfaatan jasa logistik juga dirasakan oleh para petani di Desa Gentungan, Mojogedang, Karanganyar. Mereka tidak lagi terpaku hanya bisa menjual produk unggulan berupa beras organik secara langsung di wilayah Karanganyar dan sekitarnya. Petani sekarang bisa menjual beras ke beberapa daerah di luar Karanganyar dengan memanfaatkan komunikasi media sosial dan akses jasa logistik. Para petani di Gentungan bukan hanga menyanggupi permintaan beras dengan jumlah banyak, tetapi juga sedang. Beras ton-tonan akan dikirim petani ke luar kota dengan jasa ekspedisi atau sewa truk. Sedangkan beras dengan berat sedang dikirim via jasa logistik yang gerainya mudah ditemui, seperti JNE.

“Kami menyesuaikan permintaan pemesan. Kalau mereka maunya pakai JNE, ya kami akan kirim beras menggunakan JNE. Saya lihat cukup banyak yang minta seperti itu. Katanya JNE aman,” ujar Ketua Pembina Kelompok Tani Mulyo I, Hasim Ashari, belum lama ini.

Baca Juga :  Kekayaan Calon Wali Kota Solo, Bajo Total Rp 1,9 M Sedangkan Gibran Rp 21 M, Ada Motor Honda CB Tahun 1974, Ini Rinciannya

Branch Manager JNE Solo, Bambang Widiatmoko, memandang perkembangan teknologi di era digital yang sedemikian cepat menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan bagi JNE. Perkembangan teknologi yang pasti akan memotivasi JNE untuk terus berinovasi. Menjadi sebuah peluang, kesempatan JNE untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak semakin terbuka ketika telah memasuki era digital. JNE berkomitmen akan terus berkembang dan berinovasi agar dapat selalu memenuhi kebutuhan pengiriman dari seluruh pelanggan.

“JNE selalu mengedepankan kerja sama yang saling memberi manfaat karena di era digital ini kolaborasi dan sinergi adalah hal yang lebih strategis dibanding dengan kompetisi,” terang Bambang.

Bambang mengungkapkan sejak 2010 atau sejak e-commerce mulai berkembang, pertumbuhan jumlah kiriman barang di JNE naik sebesar sekitar 30% per tahun. Dari total pengiriman, diperkirakan sekitar 60% – 70% di antaranya adalah pengiriman dari e-commerce, seperti online seller yang berjualan menggunakan online marketplace, website sendiri, maupun media sosial. Jumlah pengiriman JNE mencapai rata-rata telah lebih dari 20 juta. Melihat hasil itu, ia tak terlalu khawatir dengan kehadiran kompetitor-kompetitor baru penyedia jasa logistik. JNE telah menyiapkan sejumlah strategi guna menghadapi situasi tersebut.

“Kami bertransformasi menjadi perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik di era digital dengan mengembangkan sektor teknologi informasi, infrastruktur, jaringan, sumber daya manusia, dan strategi distribusi,” jelas Bambang, Jumat.

Selain itu, kata Bambang, JNE akan semakin gencar mewujudkan tagline Connecting Happiness bukan hanya terhadap pelanggan tapi juga masyarakat luas melalui berbagai program, seperti CSR, kegiatan peningkatan daya saing UKM, dan lain sebagainya. JNE percaya jika semua yang ada dalam ekosistem ini tumbuh dengan baik, JNE pun akan turut berkembang. Tidak ketinggalan, JNE bakal memaksimalkan kolaborasi dan sinergi dengan pihak dalam bidang fintech dan Online Platform demi kemajuan e-commerce dalam negeri. Triawati PP

Berbagi Pengembangan yang Sudah Dilakukan JNE 

1. e-fulfillment logistics untuk para pelaku UKM, industri kreatif, dan industri lainnya.

2. JTR (JNE Trucking) untuk pengiriman paket berjumlah besar atau banyak dengan biaya yang kompetitif dan tidak terkendala dengan aturan penerbangan.

3. Penyediaan mobile apps MyJNE, website, dan yang lainnya, yang berisi beragam fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terkait informasi dalam seluruh aktifitas pengiriman paket.

4. Penyediaan fasilitas pembayaran cashless atau digital payment menggunakan, seperti GoPay, OVO, dan DANA.

5. Mengembangkan infrastruktur penunjang operasional seperti Mega Hub, Oracle, dan yang lainnya.

6. Mengembangkan produk layanan JNE International Service untuk kemudahan pengiriman keluar negeri.

7. Mengoptimalkan berbagai moda transportasi, sampai dengan sepeda kayuh (kurir sepeda) untuk pengiriman di tengah kota yang memiliki tingkat kemacetan tinggi atau terdapat larangan melintas bagi kendaraan bermotor.

Sumber: wawancara