loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Dua orang mahasiswa Papua ditangkap polisi lantaran terlibat dalm pengibaran bendera bintang kejora di depan Istana Negara.

Kedua pelaku tersebut adalah Anes Tabuni dan Charles Kossay.

“Kedua pelaku ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan makar,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/8/2019).

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita dua unit ponsel milik Charles dan Anes, satu spanduk, satu kaos bergambar bintang kejora, satu selendang bergambar bintang kejora, dan satu toa.

Baca Juga :  Nelayan Temukan Ikan Oarfish di Pulau Selayar, di Jepang Sering Dihubungkan dengan Gempa Bumi

Dedi mengatakan, kedua pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob.

“Kami periksa di sana karena pertimbangan keamanan,” ucap dia.

Kemudian, langkah selanjutnya, polisi akan melakukan pemeriksaan digital forensik ponsel milik Anes dan Charles.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Papua mengibarkan bendera bintang kejora saat berunjuk rasa menuntut referendum di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada 28 Agustus 2019. Mereka jug meminta Presiden Joko Widodo agar menemui massa.

Dalam pernyataan resminya, massa menolak perpanjang Otonomi Khusus di Papua. Mereka meminta pemerintah Indonesia memberikan hak bagi Papua untuk menentukan nasibnya sendiri.

Baca Juga :  Dirinya Diklaim Tak Lagi Dikehendaki Jadi Ketum, Zulkifli Hasan Berharap Kongres Tak Diwarnai Gontok-gontokan

www.tempo.co

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Pol Djoko Purwanto (kanan) bersama Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo / tempo.co

Loading...