JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Petani Ini Tewas Saat Tidur Mendengkur, Ternyata Ini Musababnya

Lelaki tewas di ukung celurit
ilustrasi / joglosemarnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Lelaki tewas di ukung celurit
ilustrasi / joglosemarnews

BEKASI, Joglosemarnews – Seorang anak tega membunuh ayahnya sendiri. Alasannya pun sangat spele, yakni karena korban tidur mendengkur.

Insiden memilukan tersebut terjadi pada diri Juminta (65) seirang petani. Dia tewas dibunuh oleh anaknya sendiri Suherman (35) di rumahnya di Kampung Kobak Sumur 01 RW 04 Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

Dugaan penyebab anak bunuh bapak itu adalah si anak terganggu mendengar korban, yang tak lain ayahnya sendiri tidur mendengkur.

“Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan,” kata Kapolsek Sukatani, Ajun Komisaris Taifur, saat diminta konfirmasi, Minggu ( 1/9/019).

Taifur mengatakan, korban ditemukan tewas oleh mantan istrinya, Sarni, pada Sabtu pagi pukul 05.00 WIB. Sarni yang hendak menengok bersama anaknya Juabedah, awalnya melihat pintu rumah korban dalam kondisi terbuka.

Baca Juga :  Ini Daftar Lengkap ASN yang Bakal Menerima Gaji ke-13

Keduanya lalu terkejut dan histeris begitu masuk ke dalam rumah. “Melihat korban berlumuran darah dengan posisi telungkup di ruangan tengah dan sudah meninggal,” kata Taifur.

Spontan penduduk setempat menjadi geger. Polisi yang mendapat laporan segera ke lokasi untuk penyelidikan. Adapun jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi.

Hasil visum, kata Taifur, menyimpulkan korban tewas akibat dipukul linggis sebanyak tiga kali di kepala dan rahang.

Polisi lalu mencari Suherman yang ditemukan di rumah kakaknya yang masih berada di kawasan itu.

Polisi mendapat informasi Suherman mengidap gangguan kejiwaan berdasarkan rekam medis dari pusat kesehatan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Polri Mulai Usut Aliran Uang dan Hadiah dari Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra. Resmi Naik Penyidikan, 15 Saksi Diperiksa

Tersangka pernah disarankan supaya dibawa ke rumah sakit jiwa di Grogol, Jakarta Barat. “Mungkin karena aib, rekomendasi itu tak dijalankan keluarga,” ujar dia.

Penyidik, menurut Taifur, belum menyimpulkan apakah pembunuhan didorong oleh gangguan kejiwaan tersangka tersebut.

Pemeriksaan medis masih akan dilakukan. Tapi, selama interogasi, kata dia, Suherman cenderung lebih banyak diam dan tatapannya kosong.

“Tersangka masih terlihat labil, diajak bicara banyak tidak nyambungnya,” ujar dia.

Penyidik, kata dia, akan menggandeng rumah sakit untuk memeriksa kejiwaan Suherman. Sejauh ini polisi telah menyita barang bukti sebuah linggis dan kaos korban yang penuh noda darah.

www.tempo.co