JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

SD Marsudirini Surakarta Ikuti Lomba PHBS Tingkat Kecamatan

Tim penilai PHBS berfoto bersama dengan guru dan komite / Joglosemarnews

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – SD Marsudirini Surakarta maju dalam penilaian lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kecamatan Pasar Kliwon. Penilaian dilakukan oleh tujuh orang tim penilai, Rabu (25/9/2019) siang kemarin.

Kedatangan tim penilai disambut dengan tampilan lagu dengan iringan musik rangkas. Musik dari barang-barang bekas yang dimainkan oleh para siswa.  Bahkan, salah satu tim penilai sempat terkesima dan minta foto bersama dengan anak-anak.  Mau tak mau, tim penilai yang lain pun ikut berfoto bersama.

Para tim penilai diterima oleh Kepala SD Marsudirini, Dra Fransisca Sri Lani, jajaran guru dan komite di ruang komite. Mereka mendapatkan penjelasan secara umum mengenai PHBS yang berlangsung di SD Marsudirini melalui tayangan slide.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UMS Berhasil Mendapat Akreditasi A, Akan Membuka Konsentrasi Peminatan Sesuai Kebutuhan Pasar

Dalam sambutannya, Kepala SD Marsudirini Surakarta, Dra Fransisca Sri Lani menyambut gembira kehadiran tim penilai. Dia mengatakan, pihak sekolah hanya punya waktu beberapa hari untuk mempersiapkan komponen-komponen yang akan dinilai oleh tim penilai.

“Kami mencoba menyiapkan sedemikian rupa agar mampu menampilkan yang terbaik. Namun persiapan ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan keseharian yang berlangsung di sekolah ini,” ujar Sisca, sapaan akrab Fransisca Sri Lani.

Sedangkan dalam kata pembukaannya, Ketua Tim Penilai, Suhartoyo mengatakan, PHBS  diharapkan terminal akhirnya adalah pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.  Bersih dan sehat dalam kriteria PHBS, jelas Suhartoyo adalah sehat secara jasmani maupun rohani.

Baca Juga :  Nayla Rebut Juara Pertama Lomba Tiktok Unisri
Tim penilai PHBS berfoto bersama siswa pemain musik rangkas SD Marsudirini Surakarta / Joglosemarnews

“Pembiasaan hidup bersih dan sehat ini sebenarnya merupakan investasi untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045 mendatang,” beber Suhartoyo.

Pada bagian lain, Suhartoyo mengatakan, PHBS memang mudah dan enteng diucapkan, namun sulit sekali untuk dijadikan sebagai kebiasaan. Karena itu, dibutuhkan konsistensi dan kerja keras secara sinergis dari seluruh warga sekolah untuk mencapai kriteria PHBS yang sesungguhnya.

Usai sambutan pembukaan, tim penilai mulai melakukan penilaian dokumentasi sekaligus visitasi ke beberapa lokasi, seperti ruang UKS, seluruh sisi kelas dan halaman sekolah maupun kamar mandi siswa dan guru.  suhamdani