loading...
Loading...
Kuswandi dan Wahjono. Foto kolase/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Sragen selesai digelar di 167 desa, Kamis (26/9/2019) hari ini. Mayoritas hasil perolehan suara dan calon terpilih pun sudah diketahui selesai perhitungan suara petang tadi.

Berbagai kejutan pun mewarnai hasil Pilkades kali ini. Selain tumbangnya banyak kades berlabel petahana, Pilkades kali ini juga diwarnai tumbangnya calon dengan latar belakang mentereng.

Salah satunya di Pilkades Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang. Salah satu calon yang notabene memiliki latar belakang kerabat Presiden Jokowi, Wahjono, ternyata harus menelan kenyataan pahit.

Paman Presiden Jokowi itu harus tumbang setelah dikalahkan pendatang baru lainnya, Kuswandi (40). Menariknya, Kuswandi hanya berlatar belakang sebagai sopir minibus dan berkarakter sederhana.

Berdasarkan hasil akhir rekapitulasi perolehan suara Pilkades Hadiluwih yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM, Wahjono yang mendapatkan nomor urut 2, hanya menduduki peringkat ketiga, dengan perolehan 803 suara.

Ia harus mengakui keunggulan  Kuswandi, dengan perolehan 1.087 suara.

Predikat mentereng paman Presiden yang melekat di belakang Wahjono, rupanya gagal mengantarnya menjadi pemenang. Padahal Kuswandi hanya bekerja di PO Hadi Mulyo, minibus kecil  dengan trayek Pasar Legi – Sumber Lawang.

Baca Juga :  Daftar ke DPP PDIP, Joko Mengaku Tak Gentar Lawan Yuni Bersaing Rebut Rekomendasi ke Pilkada Sragen 

“Kuswandi warga asli Kedungdowo RT 5. Sejak kecil sudah jadi kernet bus. Lalu dipercaya sebagai sopir. Karena ketekunannya, dia terakhir sudah bisa membeli satu bus lungsuran (bekas) dan kemudian disopirinya sendiri sampai sekarang,” ujar Sardi, warga Dukuh Kedungdowo yang juga tetangga Kuswandi.

Sardi menuturkan Kuswandi memang dikenal dengan style sederhana dan merakyat. Ia juga hanya anak seorang petani.

Setelah penghitungan suara memastikan kemenangan Kuswandi,  Sardi bahkan menyebut tak ada perayaan berlebihan yang dilakukan.

Hanya saja, banyak warga terutama di sekitar domisili Kuswandi yang bergembira karena kemenangan ini seolah mengembalikan tradisi Kades Hadiluwih yang selama ini memang banyak berasal dari Dukuh Kedungdowo.

Kekalahan Wahjono juga dibenarkan Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ihsanudin. Menurutnya, Wahjono sudah  menerima hasil pilkades dengan legowo.

“Hasil pilkades memang Pak Wahjono harus narimo ing pandum. Tapi beliau legowo. Secara keseluruhan pilkades berjalan lancar dan aman,” terang Kapolsek.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wahjono memang banyak dikenal warga sebagai adik dari Miyono Notomiharjo, ayahanda Presiden Jokowi.

Wahjono (56) sebelumnya lama tinggal di Desa Kragan, Kabupaten Karanganyar, tempat Jokowi dilahirkan. Sebelum kemudian pindah ke Hadiluwih setelah beristri asal Hadiluwih.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut di Tangkil Sragen, Mobil Panther Gasak Pemotor Hingga Tewas. Diawali Hujan Deras Lalu.... 

Di Hadiluwih, Wahjono bekerja sebagai pengusaha produsen tusuk sate dari bambu. Oleh warga diakui usahanya ini cukup berhasil.

“Mbah Wahjono itu memang Paklik Presiden Jokowi. Beliau dulunya bekerja sebagai carik di Desa Kragan, Karanganyar. Sudah 20 tahun terakhir pindah ke sini (Desa Hadiluwih) karena istrinya orang Hadiluwih. Awalnya jualan kayu, terus beberapa tahun terakhir usaha tusuk sate miliknya berkembang pesat. Hingga akhirnya mencalonkan diri sebagai kepala desa,” ujar Didik, salah satu tetangga Wahjono. Wardoyo

 

Hasil Lengkap Pilkades Hadiluwih Sragen:

1. Sufyani (26 suara)

2. Wahjono (803 suara)

3. Kuswandi (1.087 suara)

4. Suharno (230 suara)

5. Bambang Susilo (1.053 suara)

Sumber: Hasil Rekapitulasi Suara

Loading...