loading...
Loading...
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, ditemui seusai acara Pagelaran Dongeng Jogja di Hutan Pinus Sari Bantul, Minggu (15/9/2019). TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Saut Situmorang mengatakan keputusan mundur dari KPK hanya disampaikan dilingkup internal KPK.

Ia menyesalkan kenapa keputusannya tersebut langsung tersebar luas ke publik.

Saut menjelaskan, setelah menyampaikan keinginannya untuk mundur, ia didatangi oleh pimpinan KPK lainnya, Agus Rahardjo, Laode M Syarif dan Basaria Panjaitan.

“Ketika saya mundur itu kan Pak Agus, Bu Basaria, Laode datang mengajak saya. Kami makan pecel di depan Makam Kalibata,” cerita Saut saat ditemui Tribunjogja.com seusai acara Pagelaran Dongeng Jogja di Hutan Pinus Sari Bantul, Minggu (15/9/2019).

Di warung tersebut, kata Saut, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan supaya dirinya jangan terlebih dahulu mundur, karena masih banyak pekerjaan, di antaranya ada pelantikan Sekjen, Deputi hingga Direktur.

Baca Juga :  Muslim United Dipindah ke ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Pedagang Kecewa

Sisa kerjaan di KPK masih sampai Desember 2019 mendatang.

Saut mengaku sudah terlanjur mengungkapkan keputusan dirinya untuk mundur.

Ia tinggal menunggu jawaban persetujuan.

Apakah keinginan mundurnya diterima atau tidak.

“Karena memang saya diangkat pihak eksekutif dan (ketika keputusan saya mundur disetujui) saya harus terima,” ucap dia.

Keputusan mundur, menurut dia masih sangat debatable, karena ada yang mengatakan ‘Pak saut katanya berani kok jadi penakut’.

“Ya saya berani mundur. Tetapi berani juga tidak mundur dong. Bisa debatable lagi. Jadi ini kita lihat beberapa jam ke depan. Bagaimana KPK bisa bekerja terlebih dahulu. Itu yang penting,” kata dia.

Baca Juga :  Kemarau Panjang, BPBD Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih untuk Bantuan

Sampai saat ini Saut mengaku masih belum demisioner dari KPK, artinya surat pengunduran dirinya belum sah diterima.

Sampai kemarin, kata dia, dirinya masih sempat bekerja dengan menandatangani sprint-an (surat perintah penahanan-red).

“Saya mengatakan diri mundur itu kan harus resmi dulu, bahwa saya sah diterima mundur,” ujar dia menjelaskan.

Ketika disinggung soal calon pimpinan KPK terbaru yang dianggap melanggar kode etik, Saut mengatakan bahwa semua sudah dianggap selesai, karena dirinya sudah memberikan masukan dan mereka (kelima calon pimpinan-red) sudah diputuskan.

“Tinggal bagaimana beliau menjalankan kepemimpinan di KPK,” terangnya.

Di dalam KPK, dijelaskan Saut, ada yang namanya induksi.

Kelima calon pimpinan KPK baru itu nantinya akan menjalani proses induksi.

Baca Juga :  3 Sekolah di Gunungkidul Gunakan Aplikasi Google for Education, Siswa Jadi Tidak Ngantuk

Semua style dan value dari benak lima orang tersebut menurutnya harus berubah.

Nantinya, kata Saut, di dalam proses induksi akan bicara seperti apa seharusnya menjadi seorang pegawai di KPK.

“Bukan nakuti pimpinan atau pimpinan takut sama pegawai. Nggak begitu. Mereka saling check and balance,” tuturnya.

Check and balance itu nantinya yang akan mengontrol kinerja pegawai di KPK.

Karena semua orang, menurut Saut, bisa abuse atau dengan sengaja menyalahgunakan kekuasaan.

“Itu tidak boleh,” tegas dia.

www.tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Cerita Saut Situmorang Bersama Pimpinan KPK Lain di Warung Pecel, Sesaat Setelah Katakan Mundur, Artikel Asli

Loading...