loading...
Loading...
Dok SMP Negeri 8 Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – SMP Negeri 8 Surakarta menyelenggarakan pesta demokrasi pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
untuk periode 2019-2020.

Acara dipimpin langsung oleh kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, MPd.

Pemilihan yang dilakukan di halaman sekolah itu berlangsung layaknya pemilihan umum, yang dalam bahasa Kepala Sekolah adalah pemilihan Presiden OSIS.

“Ini merupakan pembelajaran bermakna bagi kalian semua,” ujar Triad.

Pelajaran yang dapat dipetik dari acara tersebut, menurut Triad antara lain adalah memberikan pengetahuan tentang cara siswa.

Selain itu agar siswa mampu bertanggung jawab dengan siapa yang dipilihnya. Trias mengatakan, pemahaman tentang polituk emilu memang sengaja ditanamkan sejak SMP supaya siswa mengetahui prinsip memilih wakil rakyat tanpa ada paksaan.

“Selain itu, ketua yang mereka pilih sesuai dengan harapan mereka,” bebernya lebih lanjut.

Petugas TPS memberikan penjelasan tentang cara memberikan suara, kondisi surat suara dan detail teknisnya.

Saat datang ke TPS, siswa wajib berbaris di depan panitia, kemudian menunggu panggilan oleh petugas.

Siswa akan mendapat surat suara dan langsung masuk ke bilik suara untuk mencoblos.

Satu persatu siswa memasuki TPS. Setiap siswa diinstruksikan mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih.

Kartu tersebut berisi gambar tiga pasangan yang semuanya putra calon pemimpin

yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. . Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.
Pemilihan calon ketua OSIS ini menghadirkan 3 ( tiga ) pasangan kandidat antara lain nomor 1( satu ) Abid Hanan Wicaksono, nomor 2 ( dua ) Rizaludin Farras Fauzan dan kandidat nomor 3 ( tiga ) Ramaditya.

Menurut Wahyu Prihatin siswa berlatih berdemokrasi sejak ca. Artinya anak sejak dini harus sudah bisa mengerti arti dari pada demokrasi. Pemilihan seperti ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan demokrasi sejak dini.

Tidak jauh berbeda dengan proses Pemilu, terdapat 1 ( satu ) kotak suara dan 5 ( bilik ) suara yang disediakan dalam penyelenggaraan pemilihan OSIS di depan ruang Aula atau di tepi halaman. Bilik suara itu untuk kelas 7, 8 dan 9.

Dijelasskan, jumlah pemilih di ajang pesta demokrasi ini adalah sebanyak 760 siswa.

Sebelum melakukan pencoblosan, Wakil Kepala Kesiswaan Wahyu Prihatin Sayekti, S.Pd. meminta calon ketua OSIS untuk menyampaikan visi dan misi di halaman sekolah setelah selesai melakukan upacara bendera. 1.

Abid Hanan Wicaksono menyampaikan visi : disiplin, berprestasi, berakhlaq, berwawasan lingkungan, bertanggung jawab.

• Demokrasi sendiri artinya adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengijinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan dan pembuatan hokum (https://id.m. wikipedia.org,wiki )Sayrekti, kandidat yang bersaing dapat menerima apapun hasil yang diperoleh dan yang terpilih nantinya menjadi sosok yang dapat memberi contoh positip bagi teman-temannya.

Untuk itu kontestan yang mengikuti pemilihan agar dapat menerima hasil penghitungan suara nantinya.

Hasil kandidat pertama Abid Hanan Wicaksono meraih suara terbanyak dengan perolehan 607 suara mengungguli dua pasangan yang lainnya. Rizaludin mendapat 44 suara dan Ramaditya 31 suara serta 64 suara tidak sah ( rusak, mencoblos lebih dari satu

Siswa menyambut pemilihan ketua OSIS ini dengan ikut memberikan suaranya.

Bagi mereka, pemilihan ini dapat mengenalkan tentang Pemilu sekaligus budaya politik yang demokratis. Suhamdani

Loading...