JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Soal Pemindahan Ibukota, Moeldoko Minta Amien Rais Tak Tendensius  

Moeldoko / tribunnews
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, memberi sambutan saat menghadiri HUT Perum PPD ke-65, Senin (22/7/2019) di Kantor Perum PPD, Ciputat / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta agar Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tidak tendensius soal rencana pemerintah memindahkan ibu kota.

Moeldoko juga membantah pemindahan ibu kota terkait dengan China, sebagaimana disebut Amien.

“Enggaklah, (Amien Rais) jangan tendensius gitu,” ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Moeldoko juga ‎membantah saat ini pemerintah menunggu kajian dari China soal pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke dua wilayah di Kaltim, wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Baca Juga :  Menyusul Elemen Lain, FPI dan GNPF Desak Penundaan Pilkada 2020

Mantan Panglima TNI ini menegaskan kajian sepenuhnya berada di tangan Bappenas. Seluruh rencana soal pemindahan ibu kota, dilakukan sesuai prosedur.

“Kami kan punya prosedur, prosuder yang kami milikin dong. Masa di luar prosuder, gimana sih? Prosedur kami punya Bappenas,” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, Amien Rais menuding pemerintahan sedang menunggu kajian pemerintah China untuk melakukan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Perbuatannya Tergolong Sadis, Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Dua Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Kalibata City

Amien menyebut China ikut berperan dalam program pemindahan ibu kota negara Indonesia sebagai upaya mendominasi dunia.

“Sesungguhnya memindah Jakarta bukan karena menunggu studi Bappenas, tapi studi Beijing. Itu jelas sekali,” kata Amien dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

www.tribunnews.com