loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

BREBES, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sungguh bejat apa yang dilakukan pria bernama Suwarno (67) warga desa Karangsembung, Kecamatan Songgom  Kabupaten Brebes, ini.

Ia pun ditangkap oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Brebes lantaran menjadi pelaku pencabulan terhadap seorang anak yang masih dibawah umur dengan inisal AD (8) yang masih duduk kelas 2 dibangku sekolah dasar.

Baca Juga :  Rangkaian Pemilu 2019 dan Pelantikan Presiden Berjalan Sukses, Kapolres dan Dandim Jepara Sampaikan Apresiasi Tinggi Atas Dukungan Besar Semua Elemen Masyarakat 

Dalam melakukan aksinya, pelaku memberikan iming iming uang sepuluh ribu rupiah agar korban mau melayani nafsu bejatnya.

Polisi berhasil mengamankan korban setelah mendapat laporan dari tetangga dan keluarganya.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Selasa (8/10/2019) di Mapolres Brebes, tersangka mengaku jika dirinya telah mencabuli korban yang juga merupakan tetangganya tersebut sebanyak dua kali.

Baca Juga :  Di Balik Aksi Biadab Penyekapan Bocah SD Oleh Bapak Kandungnya Sampai Makan Potongan Busa. Semua Berawal Dari Perceraian

Aksi tersebut, dilakukan dipekarangan rumah dan lahan persawahan yang sepi.

Tersangka mengaku, berpura- pura mengajak korban mencari Jangkrik. Barulah korban kemudian dibujuk melayani nafsu bejatnya dengan diiming imingi uang 10 ribu rupiah.

“Saya berpura-pura ajak korban mencari jangkrik di sawah. Setelah itu, korban saya rayu dengan diimingi imingi uang Rp10.000,” katanya.

Baca Juga :  Smart SIM Bisa Dideposit Untuk Bayar Tol. Bagaimana Nasib Deposit Kalau SIM Hilang, Begini Penjelasan Polri! 

Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Kasat reskrim Tri Agung Suryamicho mengungkapkan perbuatan tersangka terungkap setelah korban melapor ke orangtuanya jika dirinya telah menjadi perbuatan tidak senonoh tersangka. Hingga akhirnya Polisi menangkap tersangka dirumahnya.

“Atas perbuatanya, kini pelaku harus mendekam sel tahanan Mapolres Brebes dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya. JSnews

Loading...