loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan bersama Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri) saat tiba untuk berbuka puasa bersama anggota dan pimpinan DPD di Jakarta, Rabu (15/5/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak satupun kader Partai Hanura yang masuk dalam kabinet Indonesia Maju. Meski menelan kekecewaan, namun partai besutan Wiranto yersebut tetap mendukung Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Bona Simanjuntak.

Menurut Bona, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang alias Oso yang memberikan arahan bahwa Hanura tetap berada dalam pemerintahan.

“Kalau opsi oposisi tidak, sudah kemungkinan besar tidak,” kata Bona di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu ( 26/19/2019).

Meski begitu, dia melanjutkan, kader Hanura akan meminta Oso melakukan pukulan politik terhadap pemerintah.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Diminta Lakukan Karantina Wilayah untuk Cegah Corona Meluas

“Ya, mengkritisi boleh, kalau kami kritisi Menhan (Prabowo Subianto), boleh dong. Peperangan kampanye dibelah, Pak Jokowi A sampai Z, dan sekarang jadi anak buahnya,” ujarnya.

Bona menerangkan partainya kecewa lantaran tak satu pun kadernya masuk dalam deretan nama  menteri Jokowi. Padahal, Hanura sudah “berdarah-darah” mendukung dan memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Dia bahkan mengklaim pengorbanan tersebut membuat Hanura tak lolos ambang batas suara parlemen sehingga tak bisa melenggang ke Senayan.

“Istilah Pak Erick (Thohir) berkeringat, (istilah) kami berdarah-darah,” kata dia.

Dia menuturkan bahwa Hanura akan melakukan konsolidasi internal untuk menyongsong Pemilihan Umum 2024. Saat ini ada 800 kader yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Baca Juga :  Dimutasi Usai Gelar Pesta Nikah Saat Corona, Ternyata Sosok Fahrul Sudiana Mantan Kekasih Angel Lelga

www.tempo.co