JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Penunjukan Nadiem Makarim Jadi Mendikbud Munculkan Harapan

Nadiem Anwar Makarim (kanan) memberikan keterangan saat berkeliling Kantor Kemendikbud usai serah terima jabatan (sertijab), di Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) / tribunnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penunjukan founder dan mantan CEO Gojek, Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Jokowi, mendapat dukungan besar dari kalangan pendidikan.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Arief Rachman. Dia mengatakan, keberhasilan Nadiem Makarim dalam memimpin perusahaan startup Gojek yang kini menjadi ride hailing terbesar di Indonesia, dapat membawa perubahan dalam visi pembangunan generasi mendatang.

Arief mengungkapkan harapan besarnya bahwa kreativitas yang telah dituangkan Nadiem selama memimpin perusahaan superapps itu dapat dikembangkan saat dirinya memimpin Kemendikbud.

Baca Juga :  Puncak Hujan Januari-Februari 2021, BMKG Ingatkan La Nina Bisa Tingkatkan Intensitas Curah Hujan dari Kondisi Normal

“Saya percaya penunjukkan Nadiem Makarim sudah mempertimbangkan berbagai masukan. Pemerintah tidak mungkin gegabah,” ujar Arief Rachman.

“Beliau sendiri telah menunjukkan jasa besarnya dengan membuka lapangan kerja bagi jutaan orang melalui kreativitasnya membangun Gojek. Jadi beri dia kesempatan,” ungkap Arief Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Rabu (23/10/2019).

Sejalan dengan tantangan era digital serta Revolusi Industri 4.0, sosok Nadiem menurut Arief relevan dengan kebutuhan perubahan di sistem pendidikan di Indonesia. Apalagi, tegasnya, sosok ini telah mempuyai jejak prestasi yang positif bagi kehidupan sosial.

Baca Juga :  Tarik PPN Produk Digital, Pemerintah Sudah Kantongi Rp96 Miliar dari Netflix hingga Spotify

“Dia adalah generasi yang lahir dan menghidupi industri 4.0, lewat kreativitasnya terdapat nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tambah Arief.

Namun Arief mengingatkan mengubah arah dunia pendidikan tidak semudah dunia bisnis atau korporat.

“Ini tantangan bagi anak muda seperti Nadiem, bagaimana kreativitas di dunia industri bisa diserap sistem pendidikan yang lebih cenderung software bukan hardware seperti di dunia bisnis,” tegasnya.  

www.tribunnews.com