loading...
Wakil Ketua MPR Arsul Sani (kiri), Hidayat Nur Wahid (tengah), dan Jazilul Fawaid (kanan) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku tidak kecewa meski tidak mendapatkan jatah Menteri Agama (Menag) dalam kabinet Indonesia Maju.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani. Dia mengatakan justru partainya yang menantang presiden untuk memberi pos selain bidang agama kepada PPP.

Seperti diketahui, dua periode pemerintahan belakangan, kursi Menteri Agama berturut-turut diberikan kepada partai berlambang kakbah tersebut.

“Kami beberapa kali menyampaikan kepada Pak Jokowi agar PPP itu diberi challenge (tantangan) di portofolio yang lain. Itu memang kami minta,” ujar Arsul di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/ 2019).

Baca Juga :  Larang Pemudik Pulang, Sultan: DKI Harus Topang Hidup 3,7 Perantau

Arsul mengatakan, hal tersebut dilakukan agar tidak ada kesan bahwa satu kementerian itu adalah pos tradisional bagi partai atau kelompok tertentu.

“Ketika PPP diberi kepercayaan sebagai Kepala Bappenas, kami malah bersyukur karena yang kami mohonkan dikabulkan Pak Jokowi,” ujar Arsul.

Terpisah, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas menyatakan banyak kiai yang protes dan menyatakan kecewa terhadap pilihan Jokowi ini.

Baca Juga :  Kabar Baik, 8 Pasien Positif Corona Asal Magetan Dinyatakan Sembuh Setelah 14 Hari Dirawat di Madiun

“Banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” kata Robikin saat dihubungi, Rabu (23/10/2019).

www.tempo.co