loading...
Loading...

Prabowo Subianto (kiri) usai memberikan keterangan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terkait perolehan suara Pilpres 2019 di kediaman Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.

JAKARTA, Joglosemarnews.com  – Partai Gerindra yang sejak semula mengambil peran sebagai oposisi dalam kabinet Jokowi, bakal mengumumkan sikap politiknya, Kamis (17/10/2019).

Pengumuman tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Joko Widodo (Jokowi) dilantik menjandi presiden untuk periode 2009-2024.

Baca Juga :  892 Huntap Siosar Karo Sumut Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Sebagaimana diketahui pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019.

“Sikap resmi Pak Prabowo terkait dengan keputusan politik apakah kita beroposisi atau dalam pemerintahan itu akan diputuskan sekitar 17 Oktober di Hambalang,” kata Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dahnil Anzar Simanjuntak menjalaskan alasan Prabowo Subianto memilih tanggal 17 Oktober 2019 untuk mengumumkan sikap politik Partai Gerindra.

Baca Juga :  Prabowo Temui Airlangga, Tak ada Sinyal Gerindra Gabung ke Kabinet

Menurut Dahnil, dipilihnya tanggal tersebut karena Prabowo Subianto terlebih dahulu harus mendengar masukan dari pimpinan DPD Gerindra seluruh Indonesia.

Partai Gerindra akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 15 sampai 17 Oktober 2019 untuk menentukan sikap politik Partai Gerindra.

“Pak Prabowo akan mendengar masukan dari pimpinan partai (DPD Gerindra) dari seluruh Indonesia ini. Pak Prabowo sudah memerintahkan partai supaya menggelar Rakernas di 15, 16, 17. Di situlah nanti Pak Prabowo akan menyampaikan kepada publik sikap politik Pak Prabowo dan sikap politik Gerindra,” ucap Dahnil.

Baca Juga :  Perpisahan dengan Jajaran Menteri, Jokowi Minta Maaf Sering Ganggu Tengah Malam

Rencananya dalam Rakernas Gerindra Prabowo akan mengundang semua perwakilan partai politik.

“Betul, masukan dari pimpinan partai seluruh Indonesia, DPD, mendengarkan masukan dari partai, segala macam,” ujar Dahnil.

www.tribunnews.com

Loading...